Islam Di Domba Hitamkan

Ditengah kekacauan,Fitnah, teror dan kekerasan,umat Islam tetap tabah berdiri mempertahankan keyakinannya, dengan memperkenalkan agamanya dengan cara-cara damai dan menyejukkan.

Akhirnya Sunni dan Syiah Bersatu

Bukankah mereka mengimani tuhan yang sama, Mencintai Nabi dan Rosul yang sama, memiliki Kitab suci yang sama, Mempunyai Syahadah yang sama ?, Kemudian mereka saling fitnah dan menumpahkan darah.

Pengaruh Peradaban Islam Terhadap dunia Modern

Pada masa lampau, peradaba Islam memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan dunia Barat, kini Islam dan Barat saling menghunus pedang, Islam sebagai Tokoh Kegelapan, sedangkan Barat sebagai Tokoh Peradaban.

Jihad Dan Terorisme dalam Prespektif Islam

Siapa mereka yang mengatakan terorisme merupakan bagian dari jihad fi sabilillah ?? sedangkan teror sangat ditentang oleh teks rujukan utama umat Islam.

Lagenda Assasin "Penebar Maut Lembah Alamut"

Asyhasin(assassin) Antara Lagenda dan Mitos, Siapa Sangka Assassin yang terkenal sebagai Game, adalah Kisah Nyata Pasukan Khusus sekte pecahan Syiah Ismailiyah.

Showing posts with label militer. Show all posts
Showing posts with label militer. Show all posts

Thursday, 12 May 2016

Pesawat Tempur Rusia yang Paling Mematikan

www.thecolor.com
Racik-Meracik Ilmu,- Pesawat tempur merupakan salah satu senjata perang yang paling mematikan, dengan kemampuan terbang di udara pesawat tempur mampu menyerang semua sasaran dalam kecepatan tinggi, oleh itu negara-negara di dunia saat ini berusaha mengembangkan teknologi pesawat tempur mereka.
Rusia merupakan salah satu Negara pencipta sekaligus pengekspor Pesawat Tempur terbaik di dunia, Pesawat-pesawat tempur Rusia dibekali dengan senjata-senjata berteknologi canggih, yang mampu menghancurkan musuh baik di udara, laut maupun  darat, berikut pesawat tempur Rusia yang paling mematikan  :

Sukhoi SU 35




Seperti yang dikutip dari Wikipedia SU 35 adalah pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia. Pesawat ini dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon. Kelebihan dari SU 35, Manuver yang lincah Salah satu kunci kemenangan pertempuran udara adalah kemampuan manuver, dan supermanuver adalah ciri khas dari pesawat tempur Flanker seperti Su-35. Setengah Siluman, Walau tidak murni pesawat tempur siluman, Su-35 memiliki beberapa karakteristik siluman. Berdaya Jangkau Jauh, Taktik Perang Dingin Rusia adalah pesawat tempur yang mampu melakukan penerbangan jarak jauh tanpa sering mengisi bahan bakar – yang membuat Su-35 mampu menjangkau wilayah yang lebih jauh.

Mikoyan MiG-35



Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Mikoyan Mikoyan Mig-35 adalah pengembangan lanjutan dari teknologi MiG-29M/M2 dan MiG-29K/KUB. Pesawat ini diklasifikasikan sebagai penemu generasi 4++ oleh Mikoyan. Teknologi terbaru MiG 35 dengan kemampuan tinggal landas di runaway pendek, pengereman tajam, mendaki secara vertikal, berputar di udara 360 derajat dengan rumit dalam waltz udara yang penuh intrik dan manuver yang tak terbayangkan memberikan pilot keuntungan taktis dalam pertempuran udara yang selama ini hanya dimiliki sukhoi dan menjadikannya superior dibanding pesawat lain. MiG 35 mampu melakukan pertempuran jarak jauh. Performance mesin yang dihasilkan dari mesin terbaru mempunyai kecepatan maksimum 2,35 Mach ( 2600 km/jam, 1,491 mph) di ketinggian, 1.450 km/jam ( 901 mph) pada tingkat rendah dan bisa menjangkau hingga 2000 Km(1.240 mil), 3100 Km(1.930 mil) dengan 3 tangki tambahan, batas ketinggian penerbangan 17.500 m dengan kecepatan panjat 330 m/detik dan Thrust/Weight 1.14.

Tupolev Tu-160 (Kode Nato : Blackjack)




Seperti yang dikutip dari Wikipedia, Tupolev Tu-160 Beliey Lebed atau Angsa Putih adalah pesawat pembom supersonik sayap rendah (low wing)  yang dirancang oleh Tupolev pada tahun 1980. Pesawat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia, dengan jumlah pesawat sebanyak 16 unit.

Pesawat ini merupakan yang terbesar dalam sejarah penerbangan militer, untuk kategori pesawat supersonik dan pesawat dengan sayap geometri variabel. Kecepatan dari Bomber Rusia dengan jenis TU-160M Blackjack yaitu Mach 2 setara dengan jet Typhoon. Bomber Rusia TU-160M Blackjack mampu terbang sejauh 7.600 mil dengan tanpa mengisi kembali bahan bakar.Pesawat ini mulai bertugas pada tahun 1987, dan merupakan pesawat pembom strategis terakhir yang dirancang khusus untuk Uni Soviet.

Seorang peneliti di Royal United Services Institute (RUSI) menjelaskan bahwa TU-160M Blackjack saat ini memiliki kekuatan jauh lebih hebat serta lebih efisiensi bahan bakar.

TU-160M Blackjack mampu membawa rudal-rudal konvensional yang lebih besar. "Uji penerbangan TU-160M Blackjack berjalan sukses, tak ada pesawat tempur Inggris yang dapat menandingi. Itu bomber terbesar di dunia," kata Sutyagin.

Dua dari TU-160M Blackjack pertama sudah lolos uji penerbangan, yang dilakukan pada akhir Desember, kini TU-160M Blackjack mulai dioperasikan. Ada 10 unit TU-160M Blackjack yang akan dimodernisasi sebelum 2020.

Friday, 6 May 2016

Rudal Rusia Yang menggetarkan AS

                                                                              misilactual.blogspot.com



Amerika Sarikat (AS) mulai khwatir dengan perkembangan sistem pertahanan rudal mutakhir S-500 milik Rusia, dengan kehadiran senjata baru ini akan mempersulit posisi pesawat tempur dan pembom siluman F-22, F-35 dan B-2 milik Amerika dalam menghadapinya, walau demikian sistem pertahanan rudal mutakhir S-500 milik Rusia ini belum siap untuk memperkuat militer Rusia tahun ini.sebagaimana yang diberitakan oleh Ria Novosti, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov menyatakan S-500 belum akan memperkuat Rusia pada tahun ini.

S-500 Prometey, adalah sistem rudal anti pesawat dan anti rudal balistik yang saat ini sedang dikembangkan Rusia. S-500 direncanakan akan menggantikan S-300. Sistem pertahanan tercanggih ini kelak akan ditempatkan di Moscow dan Rusia tengah.

Ada beberapa hal yang membuat Amerika terkejut dengan kemampuan S - 500 ini, antara lain :
  • S-500 diyakini merupakan sistem pertahanan rudal yang akan sangat berbeda dengan sistem pertahanan udara lainnya di dunia.
  • Meski menderita akibat runtuhnya Uni Soviet, militer Rusia tampaknya tidak mengendurkan sedikitpun pengembangan sistem pertahanan udara canggih.
  • S-500, yang dirancang oleh Almaz Antey, memiliki jangkauan hingga 600 kilometer (lebih dari 370 mil). Sistem senjata ini dapat secara bersamaan mencegat dan menghancurkan hingga sepuluh rudal balistik dan hipersonik dengan kecepatan 5 mach. Prometey mampu mencegat rudal balistik dan pesawat pada ketinggian hingga 200 kilometer (lebih dari 120 mil).
  • S-500 mampu mencegat pesawat tempur, pembom dan UAV, serta menghancurkan satelit yang melayang di orbit rendah, pesawat ruang angkasa dan persenjataan diluar orbit bumi.
www.afrid-fransisco.com
Anggota Dewan Penasehat Komisi Militer-Industri Rusia, Viktor Murakhovsky mengatakan bahwa sistem S-500 Prometey terbaru milik Rusia akan menjadi pengembangan besar untuk state-of-the-art yang kompleks dan tidak akan ada duanya.

“S-500 memiliki karakteristik mengalahkan dunia: ia dapat terlibat dalam serangan senjata udara, serta rudal balistik, termasuk rudal balistik antarbenua. Selain itu, sistem tersebut menyediakan pertahanan ruang angkasa karena dapat menargetkan di dekat ruang angkasa, di ketinggian hingga 200 kilometer (124 mil).”Ahli Pertahanan, Dave Majumdar mengatakan bahwa sistem ini begitu baik, banyak pejabat pertahanan Amerika Serikat khawatir terhadap pesawat tempur mereka.

S-500, juga dikenal sebagai 55R6M Triumfator-M, kemungkinan besar akan membentuk dasar dari sistem pertahanan udara berlapis-lapis Rusia. Dan segera, sistem itu akan beroperasi dalam tahun-tahun mendatang. Prototipe pertama diharapkan untuk melakukan pengujian pada akhir tahun ini. Angkatan Bersenjata Rusia dikabarkan berencana untuk membeli sepuluh batalyon S-500.
www.afrid-fransisco.com
Sistem pertahanan udara S-500 akan dioperasikan secara paralel dengan sistem S-400, yang sebagian besar ditujukan untuk menggantikan sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia.Selain itu, Rusia juga sedang meningkatkan kemampuan peluru kendali pencegat rudal nukir SH-08 / ABM-3 Gazelle NATO) yang telah dipasang di sekitar Moskow selama lebih dari dua dekade.

Sumber

Sunday, 15 February 2015

Perang Salib-Perang Sabil


1. Sejarah dan Penyebab Terjadinya Perang Salib

novrizalbinmuslim.wordpress.com

Perang salib terjadi selama kurang lebih dua abad. Peristiwa ini menanamkan benih permusuhan dan kebencian orang-orang Kristen terhadap orang Islam, yang kemudian meletusnya Perang Salib ini[1]. Kebencian ini bertambah setelah dinasti Seljuk dapat merebut Baitul Maqdis pada tahun 471 H dari kekuasaan Dinasti Fathimiyyah yang berkedudukan di Mesir. Hingga akhirnya kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinasti Seljuk bagi umat Kristiani yang hendak berziarah kesana dirasakan sangat memberatkan dan menyulitkan[2]. Perang ini juga merupakan kumpulan gelombang dari pertikaian agama bersenjata yang dimulai oleh kaum Kristiani, yakni pada periode 1096-1291.

Dinamakan Perang Salib, sebab ekspedisi militer Kristen dalam peperangan ini mempergunakan lambang salib yang merupakan sebuah simbol pemersatu antara kaum Kristiani untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci[3]. Perang yang sangat melelahkan ini, salah satunya disebabkan oleh permintaan Kaisar Alexius Connenus I pada tahun 1095 kepada Paus Urbanus II[4]. Kaisar dari Bizantuim meminta bantuan dari Romawi karena daerah-daerah yang tersebut sampai ke pesisir Laut Marmora dibinasakan oleh Dinasti Saljuk. Bahkan, kota Konstanatinopel diancamnya pula. Adanya permintaan ini, Paus Urbanus II melihat kemungkinan untuk mempersatukan kembali (gereja Yunani dengan Romawi yang telah terpecah semenjak tahun 1009-1054)[5].

Maka pada tanggal 26 November 1095, Paus Urbanus II menyampaikan pidatonya yang menggebu-gebu dihadapan ribuan kaum Kristiani. Isi pidato yang disampaikan oleh Paus Urbanus II menyulut Perang Salib ini terjadi di Clermont, bagian Tenggara Perancis dan memerintahkan orang-orang Kristen agar memasuki lingkungan Makam Suci, untuk merebutnya dari orang-orang jahat serta menyerahkannya kembali kepada mereka[6].

Menurut penulis, mungkin inilah salah satu bentuk pidato paling berpengaruh yang pernah disampaikan oleh Paus Urbanus II sepanjang catatan sejarah. Orang-orang yang hadir di sana dengan penuh semangat yang tinggi meneriakkan slogan Deus Vull (Tuhan menghendaki) sambil mengancung-acungkan tangan[7]. Sehingga pada musim semi tahun 1097, sekitar 150.000 manusia umat Kristiani, sebagian besar yang merupakan orang Franka, Norman dan sebagian lagi merupakan rakyat biasa menyambut seruan tersebut untuk berkumpul di Konstatinnopel. Pada saat itulah genderang Perang Salib, dengan himpunan umat Kristiani yang dirasakan sudah cukup untuk menyerang Islam mulai dilancarkan.

Penyebab Perang Salib yang kedua adalah faktor sosial ekonomi[8]. Pada waktu itu, para pedagang besar yang berada di sekitar pantai timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota-kota penting, seperti Venezia, Ganoua, dan Pisa, berambisi dengan penuh emosi untuk menguasai sejumlah kota perdagangan di sepanjang pantai timur dan selatan Laut Tengah tersebut[9]. Hal ini dilakukan salah satunya untuk memperluas jaringan perdagangan mereka. Untuk itu, hampir seluruhnya mereka rela menanggung sebagian dana Perang Salib dengan maksud menjadikan kawasan itu sebagai pusat perdagangan mereka apabila seandainya umat Kristen Eropa memperoleh kemenangan.

Ketika Perang Salib Pertama didengungkan pada tanggal 27 November 1095, para pangeran Kristen dari Iberia sedang bertempur untuk keluar dari pegunungan Galicia dan Asturia, yaitu wilayah Basque dan Navarre, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, selama kurang lebih seratus tahun. Ketidakbersatuan penguasa-penguasa Muslim merupakan salah satu faktor yang penting bagi kelancaran kaum Kristen untuk melakukan ekspedisinya. Mereka tidak mengenal hal lain selain bertempur. Ahli sejarah Spanyol melihat bahwa faktor ini merupakan kekuatan besar bagi kaum Kristiani, dengan menelan dogma Kristen bahwa kebaikan yang tertinggi adalah mati dalam pertempuran mempertahankan kekristenan suatu negara. Sehingga, menurut mereka Perang Salib bagi orang-orang Kristen merupakan jaminan untuk masuk surga. Sebab mati dalam pertempuran Perang Salib, menurut mereka, adalah mati sebagai pahlawan agama dan akan langsung dimasukan ke dalam surga walaupun mempunyai dosa-dosa pada masa lalunya[10].

2. Periodisasi Perang Salib

http://daulahislam.com/

Para sejarawan menyatakan, sebenarnya periode meletusnya Perang Salib ini selama kurun waktu dua abad sulit di klasifikasikan. Ada yang menyatakan bahwa Perang Salib itu terjadi selama enam periode, ada juga yang menyatakan terjadi selama delapan periode bahkan lebih. Akan tetapi, kebanyakan dari sejarawan berpendapat Perang Salib ini terjadi selama tiga periode. Mereka mengutip dari seorang tokoh sejarawan terkemuka bernama Philip K. Hitti dalam bukunya yang berjudul History of The Arabs[11]. Ketiga periodisasi tersebut adalah sebagai berikut:

a) Masa periode pertama (periode penaklukan)

Pada masa penaklukan, jalinan kerja sama Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II berhasil membangkitkan semangat umat Kristen, terutama akibat pidato Puas Urbanus II di Clermont (Perancis Selatan), pada tanggal 26 November 1095. Konsili di Clermont ini, ia menyampaikan kotbahnya yang bertujuan untuk menggerakkan dan membuat umat Kristiani mendapat suntikan semangat baru untuk mengunjungi kuburan Suci. Gerakan awal ini dipimpin oleh Pierre I’ ermite[12]. Dari sepanjang perjalanan menuju Konstatinopel, mereka membuat keonaran-keonaran seperti, melakukan perampokan, dan bahkan terjadi bentrokan dengan penduduk Hongaria dan Bizinatum. Akan tetapi, pada khirnya dengan mudah pasukan Salib ini dapat ditaklukkan oleh dinasti Saljuk, yang dipimpin oleh Killij Arslan dan Alp Arslan. Mereka kaum Kristiani terkocar-kacir dan kembali ke Clermont.

Masih dalam periode ini, Pasukan Salib berikutnya dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Raymond[13]. Gerakan ini lebih merupakan ekspedisi militer yang sangat terorganisir dan tersusun dengan rapi. Sehingga, mereka bisa berhasil menaklukkan dan menduduki kota suci Palestina (Yerusalem) pada tanggal 7 Juli 1099. Inilah ekspedisi yang menghasilkan kemenangan besar. Selain itu, kekejaman yang dipimpin oleh pasukan Godfrey ini melakukan pembantaian besar-besaran terhadap umat Islam tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, baik anak-anak maupun orang tua. Banjir darah dan pembantaian terhadap kaum muslim mengikuti kemenangan mereka di Kota Suci itu. Taktik para tentara Perang Salib ialah tidak membawa tawanan serta sebab berhasilnya perang salib pertama ini adalah ketidaktahuan para umat baik itu muslim, kristen dan yahudi di yerusalem bahwa mereka datang untuk menyerang. Karena itulah para muslim tidak menyiagakan pasukannya dan memang yang pada waktu itu Yerusalem bukan daerah kekuasaan atau jajahan kekaisaran muslim, biadabnya lagi yang mereka bantai adalah para penduduk dan pedagang muslim yang sudah menyerah, inilah yang menyebabkan kebencian umat Islam. Seorang pengamat yang merestui tindakan biadab tersebut menulis bahwa para prajurit menunggang kuda mereka dalam darah yang tingginya mencapai tali kekang kuda, dan memang kaum Kristiani Eropa cenderung menutupi kejadian ini dan yang semacam ini, demi nama baik mereka, tidak seperti pembantaian kaum Yahudi yang selalu mereka gembar-gemborkan. Sebelum mereka menduduki Baitulmakdis, pasukan ini terlebih dahulu merebut Anatalia Selatan, Tarsus Artiolia, Allepo, dan Ar-Ruba, Tripoli, Syam dan Arce.

Kemenangan yang diperoleh pasukan Salib pada periode ini telah mengubah peta dunia Islam. Adapun bukti kemenangan tersebut adalah berdirinya kerajaan-kerajaan Latin-Kristen di wilayah bagian timur, seperti Kerajaan Baitulmakdis yang berdiri pada tanggal 15 Juli 1099 di bawah pemerintahan raja Godfrey, kemudian di Edessa pada tahun 1099 di bawah kekuasaan Raja Baldwin, serta di wilayah Tripoli masih pada tahun 1099 di bawah kekuasaan Raja Reymond[14]. Akibatnya, wilayah-wilayah kekuasaan Islam masa ini hamper sebagian besar di duduki oleh tentara Kristiani.

b) Masa periode kedua (reaksi umat Islam)
www.al-mukminun.com


Pada masa ini beberapa wilayah kekuasan Islam jatuh ke tangan tentara Salib, sehingga menyebabkan bangkitnya kembali kaum muslimin untuk menghimpun kekuatan besar yang diprioritaskan khusus menghadapi mereka. Di bawah komando sang panglima Imanduddin Zangi, yang merupakan Gubernur Mosul, kaum musilimin serempak menyatukan langkah besar bergerak maju untuk membendung serangan dari pasukan Salib. Alhasil, pada tahun 1144 M atas jerih payah dan semangat juang yang tinggi, tentara muslim berhasil merebut kembali tiga wilayah penting, yaitu Allepo, Hamimah dan Edessa. Hal ini merupakan salah satu kemengan besar tentara muslim.

Akan tetapi, setelah Imaduddin Zangi (Imaduddin Zanki)[15] wafat pada tahun 1146 M, posisinya digantikan oleh putranya, Nuruddin Zangi. Ia meneruskan cita-cita ayahnya yang ingin membebaskan negara-negara Islam di timur dari cengkraman kaum Salib. Kota-kota yang berhasil dibebaskan masa putranya ini, antara lain Damaskus, Antiolia dan Mesir pada tahun 1149 M, dan pada tahun 1151 M, kemenangan yang sangat mengagumkan seluruh wilayah Edessa dapat direbut kembali dan dikuasai oleh tentara Islam[16].

Kejatuhan wilayah Edessa ini, menyebabkan kaum Kristiani mengobarkan Perang Salib kedua yang sesungguhnya[17]. Kali ini, Paus Eugenius III menyerukan perang suci yang disambut sangat baik oleh Raja Perancis bernama Louis VII dan Raja Jerman bernama Condrad II. Kedua raja ini memimpin pasukan tentara Salib dengan rencana untuk merebut wilayah Kristen di Syiria. Akan tetapi, hal demikian sangatlah mudah bagi Nuruddin Zangi, kedua pasukan ini bisa dihalau dan mereka melarikan diri pulang ke negerinya.

Pasca wafatnya Nuruddin Zangi pada tahun 1174 M[18], panglima perang selanjutnya berada dalam kekuasaan Shalahuddin Al-Ayyubi (saladin) yang berhasil mendidrikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir pada tahun 1175 M serta berhasil membebaskan Baitulmakdis pada tanggal 2 Oktober 1187. Bahkan, pada tahun 1187 M[19], peperangan yang di pimpin oleh panglima Shalahuddin Al-Ayyubi ini mengalami kemenangan besar dengan direbutnya kembali wilayah Yerussalem yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Kristiani yang mendirikan kerajaan latin selama 88 tahun. Keberhasilan umat Islam ini, sangat menyedihkan dan memukul perasaan tentara Salib. Akhirnya mereka kembali membangkitkan kaumnya untuk mengirim ekspedisi militer besar-besaran dan yang lebih kuat. Mereka menyusun rencana sebaik mungkin untuk menyerang sebagai balasannya. Ekspedisi ini diluncurkan pada tahun 1189 M yang dipimpin oleh raja besar Eropa, seperti Frederick I ( Frederick Barbarossa, Kaisar Jerman), Richard I (The Lion Hearted, Raja Inggris), serta Philip II ( Philip Agustus, Raja Perancis)[20]. Ekspedisi ini dilakukan pada tahun 1189 M[21].

Ekspedisi perang Salib ini dibagi beberapa divisi, sebagian menempuh jalur jalan darat dan sebagian lagi menempuh jalur laut. Frederick yang memimpin divisi jalur darat ini tewas ketika menyerangi sungai Armenia, dekat kota Ruba (Edessa). Sebagian tentaranya kembali, kecuali beberapa orang yang masih hidup melanjutkan perjalannya. Dua divisi lainnya yang menempuh jalur laut bertemu di Sisilia. Mereka berada di Sisilia hingga musim dingin berlalu. Richard menuju Ciprus dan mendudukinya di sana. Sedangkan Philip langsung ke Arce, dan pasukannya berhadapan dengan pasukan Saladin, sehingga terjadi pertempuran sengit. Namun, dengan pasukan Saladin memilih mundur dan mengambil langkah untuk mempertahankan Mesir. Dalam keadaan demikian, pihak Richard dan pihak Saladin sepakat untuk melakukan genjatan senjata dan membuat perjanjian. Perjanjian ini disebut denganShulh al-Ramlah[22]. Inti dari perjanjian damai itu adalah bahwa umat Kristen yang akan berziarah ke Baitulmakdis akan terjamin keamanannya. Begitu juga dengan daerah pesisir utara, Arce dan Jaita berada di bawah kekuasaan tentara Salib.

c) Masa periode ketiga (perang saudara kecil-kecilan/periode kehancuran)

Pada periode ini, peperangan disebabkan oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dari sesuatu yang bersifat materialisti daripada motivasi agama. Dalam periode ini, muncul pahlawan wanita dari kalangan kaum muslimin yang terkenal gagah berani yaitu Syajar Ad-Durr. Ia beerhasil menghancurkan pasukan Raja Louis IX dari Perancis sekaligus menangkap raja tersebut. Pada tahun 1219 M, meleteus kembali peperangan, pada waktu itu tentara Kristen berada di bawah kekuasaan Raja Jerman, Frederick II, mereka berusaha merebut Mesir terlebih dahulu sebelum merebut ke wilayah Palestina, dengan harapan mereka mendapatkan bantuan dari orang-orang Kristen Qibthi[23].

Dalam serangan tersebut, mereka berhasil menduduki Dimyat, Raja Mesir dari Dinasti Ayyubiyah waktu itu, al-Malik al-Kamil, membuat penjanjian dengan Raja Frederick. Isinya antara lain Frederick bersedia melepaskan Dimyat, sementara al-Malik al-Kamil harus bersedia melepaskan Palestina. Raja Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana, dan begitu pun Frederick tidak diperbolehkan mengirim bantuan kepada Kristen yang berada di wilayahSyria.

Dalam perkembangan berikutnya, wilayah Palestina yang tadinya diserahkan kepada Raja Frederick kini dapat direbut kembali oleh kaum muslimin pada tahun 1247 M, yakni pada masa pemerintahan al-Malik al-Shalih, penguasa Mesir pengganti al-Malik al-Kamil. Ketika Mesir dikuasai oleh dinasti Mamalik, yang menggantikan posisi Daulah Ayyubiyyah, pimpinan perang dipegang oleh Baybars dan Qalawun[24]. Pada masa merekalah Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin pada tahun 1291 M. Demikianlah Perang Salib yang berkobar di Timur. Perang ini tidak berhenti di Barat, termasuk di wilayah Spanyol, sampai umat Islam habis terkikis dan terusir dari sana[25].

Akan tetapi, walaupun umat Islam berhasil mempertahankan daerah-daerahnya dari pasukan tentara Salib, namun berbagai kerugian yang mereka derita begitu banyak. Sebab, peperangan semuanya itu terjadi diwilayah kekuasaan Islam. Diantara kerugian yang diderita oleh kaum muslimin adalah lemahnya kekuatan politik umat Islam serta banyak dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dari pemerintahan pusat Abbasiyah di Baghdad.

3. Akibat, Kondisi dan Peninggalan dari Perang Salib

http://daulahislam.com
a) Akibat Perang Salib

Perang Salib menimbulkan beberapa akibat penting dalam sejarah dunia. Perang Salib membawa Eropa ke dalam kontak langsung dengan dunia muslim dan terjadinya hubunngan antara timur dan barat. Kontak ini menimbulkan saling tukar pikiran antara kedua belah pihak. Pengetahuan orang timur yang progresif dan maju memberi daya dorong besar bagi pertumbuhaan intelektual Eropa barat. Hal ini melahirkan suatu bagian penting dalam menumbuhkan reanisance di Eropa[26].

Keuntungan Perang Salib bagi Eropa adalah menambah lapangan perdagangan, mempelajari kesenian dan penemuan penting seperti kompas pelaut, kincir angin dan sebagian dari orang islam mereka juga dapat mengetahui cara bertani yang maju dan mempelajari kehidupan industri timur yang lebih berkembang. Ketika kembali ke Eropa, mereka mendirikan pasar khusus barang-barang timur. Orang barat mulai menyadari kebutuhan akan barang-barang timur dan karena kepentingan ini perdagangan antara menjadi lebih berkembang. Kegiatan perdagangan tersebut lebih mengarahkan pada perkembangan kegitan maritim di Laut Tengah[27].

b) Kondisi Pasca Perang Salib

Perang Salib Pertama melepaskan gelombang semangat perasaan paling suci sendiri yang diekspresikan dengan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi yang menyertai pergerakan tentara Salib melintasi Eropa dan juga perlakuan kasar terhadap pemeluk Kristen OrthodoxTimur. Kekerasan terhadap Kristen Orthodox ini berpuncak pada penjarahan kota Konstantinopel pada tahun 1024, dimana seluruh kekuatan tentara Salib ikut serta. Selama terjadinya serangan-serangan terhadap orang Yahudi, pendeta lokal dan orang Kristen berupaya melindungi orang Yahudi dari pasukan Salib yang melintas. Orang Yahudi seringkali diberikan perlindungan di dalam gereja atau bangunan Kristen lainnya, akan tetapi, massa yang beringas selalu menerobos masuk dan membunuh mereka tanpa pandang bulu.

Pada abad ke-13, Perang Salib tidak pernah mencapai tingkat kepopuleran yang tinggi di masyarakat. Sesudah kota Acra jatuh untuk terakhir kalinya pada tahun 1291 M dan sesudah penghancuran bangsa Occitan (Perancis Selatan) yang berpaham Catharisme pada Perang Salib Albigensian, ide perang Salib mengalami kemerosotan nilai yang diakibatkan oleh pembenaran lembaga kepausan terhadap agresi politik dan wilayah yang terjadi di Katolik Eropa. Orde ksatria Salib mempertahankan wilayah adalah orde Knights Hospitaller. Sesudah kejatuhan Acra yang terakhir, orde ini menguasai Pulau Rhodes dan pada abad ke-16 dibuang ke Malta. Tentara-tentara Salib yang terakhir ini akhirnya dibubarkan oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1798 M.

c) Peninggalan dari Perang Salib

Diantara beberapa peninggalan dari hasil pertempuran ini adalah[28]:

· Politik dan Budaya

Perang Salib amat memengaruhi Eropa pada Abad Pertengahan Pada masa itu, sebagian besar benua dipersatukan oleh kekuasaan Kepausan, akan tetapi pada abad ke-14, perkembangan birokrasi yang terpusat (dasar dari negara-bangsa modern) sedang pesat di Perancis, Inggris,Burgundi, Portugal, Castilia dan Aragon. Hal ini sebagian didorong oleh dominasi gereja pada masa awal perang salib. Meski benua Eropa telah bersinggungan dengan budaya Islam selama berabad-abad melalui hubungan antara Semenanjung Iberia dengan Sisilia, banyak ilmu pengetahuan di bidang-bidang sains, pengobatan dan arsitektur diserap dari dunia Islam ke dunia Barat selama masa Perang Salib[29]. Pengalaman militer Perang Salib juga memiliki pengaruh di Eropa, seperti misalnya, kastil-kastil di Eropa mulai menggunakan bahan dari batu-batuan yang tebal dan besar seperti yang dibuat di Timur, tidak lagi menggunakan bahan kayu seperti sebelumnya. Sebagai tambahan, tentara Salib dianggap sebagai pembawa budaya Eropa ke dunia, terutama Asia[30].

Bersama perdagangan, penemuan-penemuan dan penciptaan-penciptaan sains baru mencapai timur atau barat. Kemajuan bangsa Arab termasuk perkembangan aljabar, lensa dan lain lain mencapai barat dan menambah laju perkembangan di universitas-universitas Eropa yang kemudian mengarahkan kepada masa Renaissance pada abad-abad berikutnya.

· Perdagangan

Kebutuhan untuk memuat, mengirimkan dan menyediakan balatentara yang besar menumbuhkan perdagangan di seluruh Eropa. Jalan-jalan yang sebagian besar tidak pernah digunakan sejak masa pendudukan Romawi, terlihat mengalami peningkatan disebabkan oleh para pedagang yang berniat mengembangkan usahanya. Ini bukan saja karena Perang Salib mempersiapkan Eropa untuk bepergian akan tetapi lebih karena banyak orang ingin bepergian setelah diperkenalkan dengan produk-produk dari timur[31]. Hal ini juga membantu pada masa-masa awal Renaissance di Itali karena banyak negara-kota di Itali yang sejak awal memiliki hubungan perdagangan yang penting dan menguntungkan dengan negara-negara Salib, baik di Tanah Suci maupun kemudian di daerah-daerah bekas Byzantium.

Pertumbuhan perdagangan membawa banyak barang ke Eropa yang sebelumnya tidak mereka kenal atau amat jarang ditemukan dan sangat mahal. Barang-barang ini termasuk berbagai macam rempah-rempah, gading, batu-batu mulia, teknik pembuatan barang kaca yang maju, bentuk awal dari mesin, jeruk, apel, hasil-hasil tanaman Asia lainnya dan banyak lagi. Keberhasilan untuk melestarikan Katolik Eropa, bagaimanapun, tidak dapat mengabaikan kejatuhan Kekaisaran Kristen Byzantium. Tanah Byzantium adalah negara Kristen yang stabil sejak abad ke-4. Sesudah tentara Salib mengambil alih Konstantinopel pada tahun 1204 M, Byzantium tidak pernah lagi menjadi sebesar atau sekuat sebelumnya dan akhirnya jatuh pada tahun 1453 M.

Melihat apa yang terjadi terhadap Byzantium, Perang Salib lebih dapat digambarkan sebagai perlawanan Katolik Roma terhadap ekspansi Islam, ketimbang perlawanan Kristen secara utuh terhadap ekspansi Islam. Di lain pihak, Perang Salib Keempat dapat disebut sebuah anomali. Kita juga dapat mengambil suatu kompromi atas kedua pendapat di atas, khususnya bahwa Perang Salib adalah cara Katolik Roma utama dalam menyelamatkan katolikisme, yaitu tujuan yang utama adalah memerangi Islam dan tujuan yang kedua adalah mencoba menyelamatkan kekristenan[32].

Perang salib memiliki efek yang buruk tetapi terlokalisir pada dunia Islam. Dimana persamaan antara bangsa Frank dengan Tentara Salib meninggalkan bekas yang amat dalam. Muslim secara tradisional mengelu-elukan Saladin, seorang ksatria Kurdi, sebagai pahlawan Perang Salib. Pada abad ke-21, sebagian dunia Arab, seperti gerakan kemerdekaan Arab dan gerakan Pan-Islamisme masih terus menyebut keterlibatan dunia Barat di Timur Tengah sebagai perang salib. Perang Salib dianggap oleh dunia Islam sebagai pembantaian yang kejam dan keji oleh kaum Kristen Eropa.

Konsekuensi yang secara jangka panjang menghancurkan tentang Perang Salib. Menurut ahli sejarah, Peter Mansfield, adalah pembentukan mental dunia Islam yang cenderung menarik diri. Ilustrasi dalam Injil Perancis dari tahun 1250 M yang menggambarkan pembantaian orang Yahudi (dikenali dari topinya yakni Judenhut) oleh tentara Salib.Terjadi kekerasan tentara Salib terhadap bangsa Yahudi di kota-kota di Jerman dan Hongaria, belakangan juga terjadi diPerancis dan Inggris, dan pembantaian Yahudi di Palestina dan Syria menjadi bagian yang penting dalam sejarah Anti-Semit. Meski tidak ada satu Perang Salib pun yang pernah dikumandangkan melawan Yahudi. Serangan-serangan ini meninggalkan bekas yang mendalam dan kesan yang buruk pada kedua belah pihak selama berabad-abad. Kebencian kepada bangsa Yahudi meningkat. Posisi sosial bangsa Yahudi di Eropa Barat semakin merosot dan pembatasan meningkat selama dan sesudah Perang Salib. Hal ini memuluskan jalan bagi legalisasi Anti-Yahudi oleh Paus Innocentius III dan membentuk titik balik bagi Anti-Semit abad pertengahan[33].

· Pegunungan Kaukasus

Orang Armenia merupakan pendukung setia Tentara Salib. Di pegunungan Kaukasus di Georgia, di dataran tinggi Khevsureti yang terpencil, ada sebuah suku yang disebut Khevsurs yang dianggap merupakan keturunan langsung dari sebuah kelompok tentara Salib yang terpisah dari induk pasukannya dan tetap dalam keadaan terisolasi dengan sebagian budaya Perang Salib yang masih utuh. Memasuki abad ke-20, peninggalan dari baju perang, persenjataan dan baju rantai masih digunakan dan terus diturunkan dalam komunitas tersebut. Ahli ethnografi Rusia, Arnold Zisserman, yang menghabiskan 25 tahun (1842 – 1862) di pegunungan Kaukasus, percaya bahwa kelompok dari dataran tinggi Georgia ini adalah keturunan dari tentara Salib yang terakhir berdasarkan dari kebiasaan, bahasa, kesenian dan bukti-bukti yang lain. Penjelajah Amerika Richard Halliburton melihat dan mencatat kebiasaan suku ini pada tahun 1935 M[34].

Simpulan

Dari pembahasan diatas, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Perang Salib merupakan peperangan antara tentara Islam dengan Kristen. Hal ini terjadi bermula kebencian umat Kristiani terhadap masa pemerintahan Dinasti Seljuk yang dapat menguasai kota suci mereka. Terlebih dinasti menguasai Baitulmakdis. Dalam peperangan ini tentara Salib memakai tanda salib di pakaiannya sebagai tanda pemersatu umat Kristiani dan menunjukkan peperangan suci.
  2. Menurut Philip K. Hitti, sebagaimana yang dikutip oleh banyak sejarawan, bahwa Perang Salib dibagi ke dalam tiga periode, yaitu periode pertama yang disebut sebagai periode penaklukkan. Kemudian periode kedua yang disebut dengan periode reaksi umat Islam dan yang terakhir adalah periode ketiga atau yang disebut dengan periode kehancuran.
  3. Ada beberapa peninggalan dan dampak yang diakibatkan hasil dari Perang Salib ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  4. Politik dan budaya yang sangat berpengaruh pada masa abad pertengahan Eropa yang dikenal dengan istilah Renaissance.
[1] Badri Yatim, 2008. Sejarah Peradapan Islam (Dirasah Islamiah II). Jakarta: PT Raja Grafinda Persada. hlm. 76.

[2] Ibid., hlm. 77.

[3] Maslani dan Ratu Suntiah, 2010. Sejarah Peradapan Islam. Bandung: CV. Insan Mandiri. hlm. 133.

[4] Dedi Supriyadi, 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia, hlm. 171.

[5] Ibid.

[6] Dedi Supriyadi, Op. Cit., hlm.71-72.

[7] Ibid., hlm. 72.

[8] Maslani dan Ratu Suntiah, Op. Cit. hlm. 135.

[9] Dedi Supriyadi, Op.Cit. hlm. 172-173.

[10] Ibid.

[11] Badri Yatim, Op. Cit., hlm. 77. Lihat juga Maslani dan Ratu Suntiah, Op. Cit. hlm. 135-137 dan Dedi Supriyadi, Op. Cit., hlm. 172-174.

[12] Dedi Supriyadi, Op. Cit., hlm. 172.

[13] Badri Yatim, Op. Cit. hlm. 76.

[14] Ibid., hlm. 77.

[15] Ibid., hlm. 77-78.

[16] Maslani dan Ratu Suntiah, Op. Cit. hlm. 136.

[17] Badri Yatim, Op. Cit. hlm. 78.

[18] Ibid.

[19] Ibid.

[20] Maslani dan Ratu Suntiah, Op. Cit. hlm. 136-137. Lihat juga Dedi Supriyadi, Op. Cit. hlm. 173.

[21] Badri Yatim, Op. Cit., hlm. 78.

[22] Ibid.

[23] Ibid., hlm. 79.

[24] Maslani dan Ratu Suntiah, Op. Cit. hlm. 136-137

[25] Badri Yatim, Op. Cit., hlm. 79.

[26] Dedi Supriyadi, Op. Cit., hlm. 175.

[27] Maslani dan Ratu Suntiah, Op. Cit. hlm. 137-138.

[28] Ibid.

[29] Ibid.

[30] Dedi Supriyadi, Op. Cit., hlm. 175.

[31] Ibid.

[32] Badri Yatim, Ibid.

[33] Ibid.

[34] Dikutip dari berbagai sumber.

DAFTAR PUSTAKA

Maslani dan Ratu Suntiah. 2010. Sejarah Peradapan Islam. Bandung: CV. Insan Mandiri.

Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradapan Islam (Dirasah Islamiah II). Jakarta: PT Raja Grafinda Persada.



Thursday, 22 January 2015

Mengenal KOMANDO PASUKAN KATAK (KOPASKA) TNI AL


"Anak-anakku, Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi, yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dilenyapkan oleh manusia siapapun juga."
(Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman, 5 Oktober 1949)



Racik Meracik Ilmu - Tidak ada rintangan yang tidak dapat di lalui, itulah slogan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang memebuat para prajuritnya menjadi kuat, tangguh dan pemberani. 50 tahun lalu pada tanggal 31 Maret 1962 di lahirkan, para manusia katak (Chantoka) telah lama menjadi katak dewasa namun perhatian mereka mulai berubah karena kondisi negara dalam keadaan damai, dari tugas pokok melaksanakan operasi khusus, mendukung operasi amfibi, penanggulangan perompakan dan terorisme di atas ataupun bawah air. Kemampuan dan modernisasi peralatan pendukung terus di tingkatkan sesuai dengan perkembangan yang ada, dari pengalaman selama 50 inilah Kopaska kian di kenal di mata dunia.

Awal Pendirian
di Indonesia, seorang perwira mempunyai gagasan untuk membentuk satuan frogmen dalam jajaran TNI AL. Kapten (Jas) Dch Iskak yang menjabat sebagai Kepala Dinas Duril, dengan dukungan dari Dinas Ranjau memberanikan diri membentuk pasukan katak (frogman unit). Direkrutlah 12 orang dan yang berhasil lulus hanya 4 orang. Kapten Iskak tidak sendirian dalam membentuk pasukan ini, di belakang beliau ada seorang penyelidik misi militer dari Belanda. Hasil dari pembentukan frogmen unit ini masih jauh dari harapan maka pada tahun 1957 ALRI mengirim seorang perwira Letnan Hidayat ke US NAVY dalam program UDT (Uderwater Demolition Team) Reserve Training Course di Amerika, dan hasilnya memuaskan. Semenjak itu TNI AL mulai membangun pondasi bagi pasukan yang di cita-citakan.

Letnan Hidayat kemudian meneruskan program frogman tersebut di tanah air dengan merekrut 50 orang dari anggota ALRI sendiri, namun belum dapat di ketahui berapa orang yang dapat lulus dari program hellweek tersebut. Dari pengalaman program frogmen yang kedua ini disadarai bahwa tenaga istruktur masih belum mampu untuk melaksanakan rekruitmen dengan baik, sehingga 2 Perwira dan 1 Bintara di kirim kembali ke AS, namun hanya 1 Perwira dan 1 Bintara saja yang berhasil menyeselesaikan kursus UDT di AS. Tahun 1958 Indonesia ibarat remaja berjerawat yang sedang mencari identitas diri, mengalami berbagai pemberontakan, salah satu jerawatnya adalah pemberontakan PRRI/PERMESTA Penumpasan ini didalamnya melibatkan operasi amfibi di Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat. Kapal-kapal perang RI mengalami kesulitan masuk ke daerah perawan ini, karena banyak rintangan laut yang tidak di ketahui dan informasi daerah operasi yang terbatas. Beruntunglah ada seorang ABK yang berkualifikasi selam scuba, maka selesailah masalah tersebut.

Konsolidasi

Sewaktu Indonesia menyiapkan diri untuk melaksanakan operasi mandala untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda. “Bisul telah meletus”, 19 Desember 1961. TRIKORA di kumandangkan oleh Presiden Soekarno, diantisipasi oleh TNI dengan menggelar Operasi Mandala, operasi ini akan melaksanakan operasi amfibi menggunakan 100 kapal perang dan mendaratkan 150.000 personel, dengan melihat begitu besarnya unsure yang dilibatkan maka kebutuhan akan Pasukan katak sangat di perlukan. Menteri/Kasal waktu itu mengistruksikan persiapan pembentukan pasukan katak. Tindakan yang pertama dilaksanakan adalah menyiapkan grup instruktur yang akan melatih 100 Bintara dan Tantama ditambah 15 Perwira dari RPKAD (kopassus) dan sukarelawan. Pelatihan instruktur ini berlangsung dari bulan Januari hingga April 1962, selain itu ALRI juga mengirim salah satu perwiranya ke Eropa guna mempelajari seluk beluk Pasukan Katak di Eropa.



Pada tanggal 31 Maret 1962 sesuai dengan Kepmen/Kasal no 5401.13 Kopaska ALRI telah di tetapkan, dengan komandan pertamanya Ltk. Op. Koesno. Kurang lebih sebulan kemudian 15 orang instruktur telah tersedia. Pada tanggal 15 Mei, seolah-olah tidak memberikan waktu untuk beristirahat kepada para instruktur baru ini Men/Kasal memerintahkan Kopaska untuk melatih cikal bakalnya frogmen ALRI ke Batujajar yang merupakan Pusat pelatihan komando RPKAD. Masih dalam tahun 1962 Indonesia menerima berbagai bantuan senjata dan pelatihan dari Uni Soviet (Rusia). Diantara peralatan selam dan demolisi, demi kepentingan ini maka 6 Instruktur dikirim ke Rusia.

Aneh tapinya, Kopaska sebagai satuan tempur telah mencetak Paska RPKAD. Rupanya keanehan ini tidak hanya di tertawakan saja oleh para senior Kopaska akan tetapi tertawanya berhenti setelah di bentuk lembaga pelatihan sendiri yang kemudian di sebut SEPASKAL (Sekolah pasukan Katak Angkatan Laut) pada bulan Januari 1963. Berbekal mencetak Paskal RPKAD dan memfaatkan hubungan professional yang telah terbina Kopaska memanfaatkan SKAD (Sekolah Komando Angkatan Darat) Batujajar sebagai pihak yang mengisi kemampuan komando hutan. Untuk problem-problem laut dan demolisi dilaksanakan dengan kerjasama erat dengan Komando jenis Kapal Selam (SETAKSEL). Betapa beratnya latihan ini, dapat digambarkan dari 50 Chantoka hanya disisakan 24 orang saja untuk ALRI.

Pengabdian 


Dwikora 1963, mengganggu jalannya latihan dasar para Chantoka, demi kepentingan “A” Dwikora ini para Chantoka harus di lahirkan premature. Para katak premature ini kemudian dikirim ke Riau untuk melaksanakan penugasan-penugasan yang berkaitan dengan intelejen. Pada tahun 1964-65 Pamor kopaska semakin baik, sehingga permintaan untuk tenaga pelatihan datang bertubi-tubi, diantaranya melatih para Bintara Dinas Intelejen ABRI, menyiapkan Paskowan (Pasukan Komando Sukarelawan 1) yang didalamnya juga terdapat anggota Kopaska, Paskowan-2, Cakrabirawa yang terdiri dari 1 peleton Kipam marinir dan 1 kompi Cakrabirawa.


Dalam sejarah pembetukannya Kopaska tak lepas dari keterlibatan pihak asing yang kemudian mempengaruhi Kopaska sendiri, yang pertama kali si penyelia militer Belanda, kemudian UDT AS, ditambah Letkol OP. koesno ke eropa. Tetapi memang benar bahwa Kopaska seperti yang kita lihat di pengaruhi juga oleh UDT/SEAL USN (Mobile Training Team, UDT/Sea Air and Land US Navy) pada tahun 1979, di tindak lanjuti kemudian dengan latma (latihan bersama) UDT/SEAL maupun EOD (Explosive Ordnance Disposal). Namun karena Kopaska merupakan bagian dari system senjata TNI AL maka Kopaska juga sering terlibat dalam latma TNI AL dan angkatan laut negara lain, antara lain dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia dan lain-lain.

pengembangan

Pada masa damai pernah dilibatkan dalam penugasan penumpasan G30S/PKI, merebut material penting berupa dokumen-dokumen PKI, pengamanan proyek waduk Jati Luhur, Operasi Seroja untuk menyiapkan pantai pendaratan dan penggalangan sejumlah misi sabotase, pengejaran bajak laut maupun anti perompakan di selat Malaka, selat Philips dan sekitarnya, juga terlibat dalam penanganan konflik Ambon dalam bentuk pengamanan objek vital maupun patrol-patroli tempur termasuk ke daerah Nanggroe Aceh Darusallam. 

Kopaska memang lahir dari gagasan Kapt Dch Iskak, barangkali gagasan ini di ilhami dari episode-episode para ksatria laut PD-II baik dari sekutu maupun lawannya. Mungkin saja dari keberhasilan Pasukan Katak Italia dengan torpedo Chariot berhasil menenggelamkan kapal sekutu, disusul kemudian pembentukan pasukan serupa oleh Inggris, Jepang maupun Jerman sendiri. Namun demikian bagaimana cara membentuk pasukan inilah yang menjadi masalah bagi Kapt Dch iskak, bila perkiraan di atas benar kemungkinan besar bahwa orientasi tugas frogman cetakan Kapt Dch Iskak ini adalah pada sabotase-sabotase objek di laut maupun pendukungnya, yang saat ini merupakan bagian dari kegiatan peperangn khusus.


Pengiriman 2 kali ke UDT RTC memberikan bentuk yang lebih baik bagi Kopaska walaupun orientasi tugasnya sedikit berbeda, yaitu peran dalam operasi amfibi. Sesuai referensi yang ada disebutkan bahwa UDT adalah sebagai pengumpul data hidrografi, pembersihan pantai pendaratan dan pandu gelombang. Dalam persiapan pembentukan Kopaska Letkol OP Koesno membawa oleh-oleh dari Eropa berupa orientasi Kopaska yang diarahkan kepada perannya dalam peperangan laut khusus. Hingga saat ini masih terus rutin dilaksanakan Latma dengan US NAVY dengan sandi “Flash Iron” dua kali dalam setahun, Kopaska mendapatkan bekal tambahan berupa ketrampilan dan kemampuan dalam melaksanakan operasi-operasi dilaut, anti terror dan penugasan lainnya.

Dari seluruh pengaruh tersebut kemudian Pimpinan TNI AL merumuskan “Tugas Pokok” Kopaska seperti saat ini. Namun dapatkah dikatakan bahwa Kopaska indentik dengan Navy Seal?. Dapat dijawab “tidak” karena beberapa sebab, pertama karena menurut sejarah Kopaska tidak dirancang bertugas seperti Seal, kedua kebijakan politik Indonesia berbeda dengan AS, seluruh kepentingan AS baik didalam maupun di luar negeri sangan potensial sebagai sasaran teroris, sedangkan Indonesia secara legal tidak mengenal terorisme, dengan demikian Seal bukan saja mampu dalam penanganan anti terror namun di tugaskan dalam bidang ini, ketiga pengamanan operasi TNI secara terbatas di bandingkan dengan militer AS, hingga wajar bila SEAL berpengalaman melaksanakan operasi darat seperti di delta sungai Mekong, Vietnam maupun di Incheon, Korsel. Seal sendiri bagi Kopaska hanya sebatas inspirasi, bila dianggap sebagai sumber inspirasi maka jawabannya “Benar”. Kembali dari sejarah membuktikan secara langsung Kopaska dalam pendidikan UDT RTC maupun MTT UDT/SEAL, sedangkan Pasukan Katak negara-negara lain secara sederhana lebih enak dikatakan sebagai silahturahmi



Mengintip latihan hellweek Kopaska TNI AL yang bikin merinding.



Kopaska merupakan satuan pasukan elite di tubuh Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Laut (TNI AL). Sudah sejak era Trikora tahun 1963 Kopaska kerap diterjunkan dalam misi setengah mustahil. Tapi itulah pasukan khusus. Personelnya dipilih dari orang-orang terbaik. Selain berotot kawat dan bertulang besi, mereka juga wajib datang dari Korps Pelaut. Syarat wajib lain harus sudah pernah bertugas di kapal TNI AL selama dua tahun atau lebih.

Mengapa harus pelaut? 

Pertama, anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) harus mengetahui konsep perang laut secara menyeluruh. Ketika hendak melakukan misi sabotase atau pembebasan sandera, mereka sudah harus tahu bagian-bagian kapal. Bila bukan pelaut, mereka akan kesulitan mengenal bagian-bagian dalam kapal. Kedua, jika sudah berpengalaman dalam KRI, insting mereka akan langsung bermain di mana kamar mesin, ruang amunisi, tanki bahan bakar dan sebagainya. Hal ini jelas akan berpengaruh dalam kesuksesan misi.

Latihan pertama yang harus dijalani oleh calon personel Paska adalah hellweek. Latihan yang benar-benar menguras emosi, tenaga dan keringat sampai ke tetes terakhir. "Sesuai namanya, seperti neraka! Cukup sekali seumur hidup," kata seorang mantan anggota Paska di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska, dikupas soal hellweek ini. Setiap calon Paska tak pernah diberi tahu kapan rangkaian hellweek akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap.


Hari pertama minggu neraka ini dibuka dengan ritual melahap nasi komando bersama-sama. Nasi komando adalah hasil blenderan nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi. Makanan ditaruh dalam satu tempat dan dimakan secara bergiliran. Jika salah satu muntah di tempat itu, maka yang berikutnya tetap harus memakan nasi komando itu sampai tandas. Sebagai pelepas dahaga, minuman yang diberikan adalah jamu brotowali. Jamu ini memang menyehatkan, tapi mungkin merupakan minuman paling pahit di dunia.

Setiap hari porsi tekanan terus ditambah hingga benar-benar memaksa seseorang untuk bertahan di titik maksimal.

Uniknya selama pendidikan, nama mereka diganti dengan nama hewan laut. Maka nama-nama tongkol, udang, paus, kakap wajib digunakan. Nah, kadang hingga pendidikan selesai, nama ini masih melekat di antara sesama mereka.

Jika tak kuat pendidikan, silakan berhenti. Tak ada paksaan sama sekali untuk mengikuti latihan Paska ini. Siswa yang gugur atau mengundurkan diri diminta meletakkan topi bajanya di pinggir lapangan. Dari situ kelihatan berapa orang yang telah mengundurkan diri dalam satu angkatan.

Bagaimana dengan yang lulus hellweek? Apakah sudah berakhir semua deraan dan siksaan?


Belum bro! Masih panjang sekali perjalanan sang calon pasukan katak ini. Begitu lulus mereka wajib mengikuti sekolah penembak. Calon Paska dikenalkan berbagai macam senjata, mulai dari pistol, senapan serbu, hingga senapan sniper. Mereka juga diajari berbagai macam teknik tembak reaksi, antiteror dan akurasi. Selanjutnya siswa menempuh latihan komando gunung hutan dan longmarch di Karang Tekok. Disambung lintas medan ke Ijen, Situbondo, Bromo hingga Surabaya.

Lolos komando, giliran latihan terjun harus dijalani. Mulai terjun statis, HALO, HAHO wajib diikuti para siswa Paska. Setelah itu mereka digembleng aneka praktik demolisi dan pertempuran bawah laut khusus. Latihan dilanjutkan dengan praktik intelijen di Banyuwangi dan Malang.




Total rangkaian seluruh pendidikan ini makan waktu 10 hingga 12 bulan. Setelah lulus barulah mereka berhak mengenakan brevet Pasukan Katak dan baret merah.

Tan Hana Wighna Tan Sirna, tak ada rintangan yang tak bisa diatasi!

Sumber: GarudaMiliter.Blogspot.com, Merdeka.Com & lain-Lain

Thursday, 7 November 2013

MENGENAL DETASEMEN JALA MANGKARA (DENJAKA) PASUKAN KHUSUS MARINIR TNI AL

Detasemen Jala Mangkara Atau dikenal dengan nama DENJAKA adalah sebuah detasemen Khusus Marinir Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia, Anggotanya merupakan Gabungan dari anggota Komando Pasukan Katak (KOPASKA) dan Batalion Intai Amfibi (TAIFIB)nggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut. Pada tahap pertama, direkrut 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska). Komando dan pengendalian pembinaan di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir. KSAL bertindak selaku pengendali operasional. Markas ditetapkan di Mako Armabar Komando Armada RI Kawasan Barat atau disingkat Koarmabar adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Komando ini bermarkas besar di Jl Gunung Sahari 67 Jakarta Pusat,Jakarta.

Segala aktifitas Denjaka bersifat rahasia dan sangat jarang dipublikasikan. Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional, mobilitas, kecepatan, kerahasiaan, dan pendadakan yang tertinggi. medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Disamping itu juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.
Mereka dikenal sangat tangguh di medan operasi sebagaimana para “saudara” lainnya, pasukan khusus di matra darat dan udara. Kemampuan Denjaka tak hanya dapat bertempur, tapi juga berperan sebagai satuan intelijen tempur yang handal. Pendidikan hampir 9 bulan dihabiskan untuk menciptakan pasukan Intai Amfibi yang handal, cepat dan rapih dalam menyelesaikan suatu misi khusus.
Tak heran manuver dan gerakan personel Denjaka dalam operasi klandestein membuat musuh kewalahan. Denjaka mampu bertempur di darat, laut, udara dan bawah permukaaan air. Mereka juga memiliki skill yang dimiliki pasukan Kopaska dan Linud (setingkat Parako) untuk menjalankan misinya di TNI. Denjaka juga biasa di libatkan untuk pengamanan Presiden (Paspampres).

PENANGKAPAN SUUD RUSLI ( Mantan Anggota Denjaka )

DEN JAKA merupakan pasukan khusus yang sangat mengerikan, kemampuan tempur mereka yang begitu handal, sehingga mereka bisa menjadi Mesin pembunuh yang sangat mengerikan, oleh itu TNI sangat menjaga pasukan ini, ada sebuah kisah mengenai salah satu personel dari pasukan DENJAKA yang terlibat Kriminal, Namanya SUUD RUSLI, merupakan perwira berpangkat Kopral Dua,Terpidana mati kasus pembunuhan Dirut PT Asaba, Budyharto Angsono, telah sering melarikan diri dari Rumah Tahanan Militer. 

Bukan Hal mudah Memburu Kopral SUUD RUSLI Untuk menangkap mantan anggota Marinir itu, TNI-AL menerjunkan tim khusus.Rusli melarikan diri dengan cara memotong jeruji sel tahanan pakai gergaji besi. ''Dia meloloskan diri dengan cara memanjat dinding sel memakai sambungan sarung-sarung di mushala rumah tahanan itu, lalu menuruni dinding sel dengan tali dari sarung tersebut,'' Dengan kemampuan khusus yang dimiliki sebagai anggota pasukan khusus, Suud Rusli mampu meloloskan diri dari Rumah Tahanan Militer Cibinong. Padahal, selama berada di rumah tahanan tersebut, kedua kaki Suud dirantai.
Suud berhasil melepaskan ikatan rantai dari kedua kakinya lantas menggergaji jeruji besi di kamar tahanannya. Selanjutnya, Suud melompat pagar rumah tahanan tersebut untuk melarikan diri.Saat ditangkap di Malang, Suud sempat dihadiahi tembakan oleh petugas yang memburunya, karena berusaha meloloskan diri.

KOMANDAN Tim Pomal Lantamal III, Letkol Laut (PM) Ananta pada Jumat dinihari tanggal 17 Agustus 2007, memimpin penyergapan beranggotakan empat orang yaitu Lettu Laut (PM) Dodi Prionggo, SH; Pelda Pom Eko Budi S, Kopda Pom Iwan Setiawan, dan Kopda Pom Sunanto.

Saat pelaksanaan penyergapan tersebut, dua anggota Pomal yaitu Lettu (PM) Dodi Prionggo, SH dan Kopda Pom Iwan Setiawan mendekat ke gubuk dengan gerakan senyap, sementara Pelda Pom Eko Budi S dan Kopda Pom Sunanto tetap di posisi masing-masing untuk melakukan perlindungan dan mengantisipasi Syam melarikan diri. Kemudian Komandan Tim mendobrak pintu gubuk sambil berteriak ...jangan bergerak...!, dan menerobos ke dalam gubuk dengan pistol yang diarahkan ke Syam sambil menyalakan lampu senter ke wajah Syam. Namun diluar dugaan, dalam waktu singkat, Syam mengambil senjata dan menembak beberapa kali ke arah Komandan Tim yang mengenai tubuhnya. Atas tembakan tersebut, Komandan Tim melakukan tembakan balasan secara beruntun ke arah Syam, akibatnya Syam tersungkur.

Sementara itu, Lettu Laut (PM) Dodi dan Kopda Pom Iwan segera mendekat memberikan bantuan dengan melakukan penembakan ke arah posisi Syam, namun Syam masih sempat memberikan tembakan ke arah pintu gubuk yang mengenai Lettu Laut (PM) Dodi dan Kopda Pom Iwan. Aksi tembak menembak tersebut berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Menyadari bahwa dirinya dan anggotanya terkena tembakan, Komandan Tim memerintahkan anggotanya untuk menjauh dari gubuk sementara dua anggota lainnya tetap berjaga-jaga di posisi masing-masing. Oleh karena rasa kuatir akan keselamatan kedua anak buahnya akibat luka yang dideritanya, maka Komandan Tim melapor kepada Komandan Pomal Lantamal III untuk mendapatkan arahan.

Komandan Pomal Lantamal III selanjutnya melapor kepada Wadan Puspomal yang selanjutnya segera meluncur ke TKP dan Tim Pomal selanjutnya menghubungi Polres Pandeglang dan Reskrim Polda Metro Jaya melalui telepon untuk meminta bantuan evakuasi anggotanya ke RS Pandeglang. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Reskim Polda Pandeglang dipimpin AKP Yusup Rahmanto meluncur ke TKP bergabung dengan Tim Pomal, selanjutnya Lettu Laut (PM) Dodi dan Kopda POM Iwan dievakuasi ke RS Pandeglang untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, Dan Tim tetap bertahan untuk memimpin proses penangkapan Syam. Atas saran Komandan Tim Polres dengan mempertimbangkan luka yang dideritanya, akhirnya Komandan Tim Pomal juga dievakuasi ke RSU Serang bersama kedua anggotanya yang selanjutnya dilarikan ke RSAL Mintohardjo dengan menggunakan ambulans dari Diskes Lantamal III dan Lanal Banten.

PENGEPUNGAN terhadap Syam dilanjutkan dengan kekuatan tambahan dari Polres Pandeglang kemudian sekitar pukul 06.30 WIB setelah cuaca terang, Tim Pomal yang tersisa dibantu Tim Polres Pandeglang setelah melalui berbagai pertimbangan segera melakukan penyisiran atau pembersihan ke gubuk dengan memberikan tembakan ke dalam gubuk dan tidak ada lagi perlawanan dari Syam. Selanjutnya ditemukan Syam dalam posisi tergeletak di dekat tempat tidur dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Tim Pomal dan Tim Polres segera melakukan identifikasi dan olah TKP yang selanjutnya membawa jenazah Syam ke RSU Pandeglang untuk divisum dan membawa seluruh barang-barang milik Syam ke Polres Pandeglang.

Kemudian pada hari yang sama pukul 10.30 WIB jenazah Syam dibawa ke RSAL Dr Mintohardjo Jakarta dan pada pukul 12.00 WIB jenazah tiba di RSAL Dr Mintohardjo untuk selanjutnya dilakukan perawatan jenazah. Pada pukul 16.00 WIB jenazah selanjutnya diserahkan Wadan Puspomal kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Lukas, adik kandung dari Syam. Kemudian dengan menggunakan ambulans RSAL Dr Mintohadjo dan pengawalan dari petugas Pomal jenazah Syam diberangkatkan ke kediaman orang tuanya di Desa Sukabakti, Curug, Tangerang, Banten untuk dimakamkan. Seluruh biaya perawatan jenazah ditanggung oleh Pomal. Disamping itu, pihak Pomal juga memberikan bantuan uang duka.

Akibat dari operasi penyergapan Syam, terdapat korban luka tembak yaitu Letkol Laut (PM) Ananta yang mengalami luka tembak di dada sebelah kiri, kemudian Lettu Laut (PM) Dodi Prionggo mengalami luka tembak di bagian perut tembus hingga belakang, kecuali Kopda POM Iwan yang mengalami luka tembak di lengan sebelah kanan dan proyektilnya masih bersarang, pada malam harinya proyektilnya sudah dapat dikeluarkan, Pada tubuh Syam didapati lima tembakan yaitu satu tembakan di dada di perut yang tembus ke belakang, satu di sekitar kemaluan dan juga di kaki sebelah kanan dan kiri masing-masing satu tembakan. 

Selain memberikan keterangan pers kepada wartawan, pihak TNI AL juga memperlihatkan sejumlah barang-barang milik tersangka Syam yang dipergunakan selama pelariannya sebagai barang bukti, antara lain pistol jenis FN beserta 13 peluru dan selonsong 20 butir, satu set senjata tajam, satu kapak, satu gergaji, satu set perlengkapan lapangan, satu buah sepeda motor, satu buah sepeda gunung, dua pasang sepatu renang, satu baju PDL loreng TNI, dan beberapa peralatan militer lainnya.

REKRUTMEN

Tidak heran, di antara ratusan prajurit yang mengikuti seleksi pendidikan Denjaka, hanya sekitar 50 an orang yang diterima. Mereka akan dilatih keras di kawah candradimuka di Situbondo. Tahun-tahun sebelumnya, sering hanya belasan prajurit yang memenuhi syarat. Mereka yang tak lulus dikembalikan ke kesatuannya semula. Setelah masuk tahap seleksi ke II, Tidak semua yang mengikuti pendidikan tersebut lolos. beberapa di antara mereka dimungkinkan akan dikembalikan ke kesatuannya karena tidak mampu mengikuti pendidikan

Selain fisik prima, calon Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Sebab, pasukan elite yang sering digunakan untuk penyusupan di daerah operasi itu harus mampu menghadapi berbagai masalah, baik secara individu maupun kelompok.

Selama menjalani pendidikan. Teori di kelas hanya 20 persen. Selebihnya di lapangan, seperti hutan, laut, bahkan udara. Mereka harus mempunyai kemampuan terbaik di darat, laut, dan udara. Mereka dituntut mampu melaksanakan tugas rahasia secara sempurna. Untuk mencapai semua itu, diperlukan pendidikan yang sangat keras dan ketat. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.

Mereka ditempah di tengah ombak ganas di Laut Banyuwangi, yang biasanya menghanyutkan perahu nelayan. Dengan tangan dan kaki diikat, para prajurit tersebut dibuang ke laut ganas itu. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.“Latihan mereka cukup berat. Kaki dan tangan diikat pun bisa hidup.


Kenapa sampai demikian? Bila sewaktu-waktu prajurit trimedia (menguasai medan darat, laut, dan udara) itu dibuang ke laut dalam keadaan tangan dan kaki terikat oleh musuh, mereka akan mampu menyelamatkan diri. Setelah melawan ombak besar di laut, mereka juga dituntut bertahan hidup di hutan tanpa perbekalan sedikit pun. Untuk menguji daya tahannya itu, para prajurit terpilih tersebut dilepas di tengah hutan dengan hanya bermodalkan garam. Air minum pun tidak diperkenankan dibawa. Selebihnya, cari sendiri di hutan. Latihan itu dilakukan di Alas Purwo. Di sana, mereka dilepas untuk melatih ketahanan fisik dan kemampuan per orangan.


Di tengah hutan, mereka harus bertahan berhari-hari. Mereka tak jarang hanya makan binatang buas, seperti ular. Bila mampu menangkap monyet, hewan itu pulalah yang disantap. Selama tiga hari tiga malam, mereka tidur di tengah hutan rimba tersebut. Kadang-kadang, juga lebih.
Itu semua belum cukup. Soal pukul-memukul oleh instruktur untuk melatih mental bukanlah hal aneh di kalangan mereka. Mereka benar-benar harus siap mental dan fisik. Begitu kerasnya, tidaklah heran kalau di awal pendidikan itu, ada yang mengundurkan diri.


Untuk latihan udara, mereka bukan lagi dilatih terjun tempur seperti prajurit biasa. Kalau terjun tempur, begitu keluar dari pintu pesawat, payung sudah terbuka. Tapi, Denjaka dilatih terjun bebas. Yang menarik, terjun bebas itu tidak saja dilakukan siang, tapi juga tengah malam. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu masuk ke sasaran musuh, mereka tidak harus lewat darat atau laut yang mudah dideteksi lawan. ParaDenjaka juga bisa diturunkan dari pesawat dengan ketinggian yang sulit terdeteksi musuh.


Untuk menghindari pendeteksian musuh, mereka harus piawai menyelam. Dengan menggunakan kompas, sambil menghitung derajat daerah sasaran, para Denjaka harus bisa muncul di titik yang tepat. Itu baru tahap latihan. Bila pelantikan atau dikenal dengan pembaretan, mereka harus jalan kaki siang malam. Itu sering dilakukan Banyuwangi-Surabaya. Mereka dilepas di Banyuwangi dan diperintahkan kumpul di Surabaya dalam waktu yang ditentukan. Bila naik kendaraan dan ketahuan instruktur, hukuman berat bakal dirasakan. Baretnya pun bakal tak hinggap di kepala.

SODARANYA BROO....KLIKKK

MENGENAL KOMANDO PASUKAN KATAK(KOPASKA TNI AL)

PADARE FOTO TNI

















Dari Berbagai Sumber.
HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html