Islam Di Domba Hitamkan

Ditengah kekacauan,Fitnah, teror dan kekerasan,umat Islam tetap tabah berdiri mempertahankan keyakinannya, dengan memperkenalkan agamanya dengan cara-cara damai dan menyejukkan.

Akhirnya Sunni dan Syiah Bersatu

Bukankah mereka mengimani tuhan yang sama, Mencintai Nabi dan Rosul yang sama, memiliki Kitab suci yang sama, Mempunyai Syahadah yang sama ?, Kemudian mereka saling fitnah dan menumpahkan darah.

Pengaruh Peradaban Islam Terhadap dunia Modern

Pada masa lampau, peradaba Islam memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan dunia Barat, kini Islam dan Barat saling menghunus pedang, Islam sebagai Tokoh Kegelapan, sedangkan Barat sebagai Tokoh Peradaban.

Jihad Dan Terorisme dalam Prespektif Islam

Siapa mereka yang mengatakan terorisme merupakan bagian dari jihad fi sabilillah ?? sedangkan teror sangat ditentang oleh teks rujukan utama umat Islam.

Lagenda Assasin "Penebar Maut Lembah Alamut"

Asyhasin(assassin) Antara Lagenda dan Mitos, Siapa Sangka Assassin yang terkenal sebagai Game, adalah Kisah Nyata Pasukan Khusus sekte pecahan Syiah Ismailiyah.

Friday, 22 June 2012

DINASTI FATIMIYAH DI MESIR

Fatimiyah merupakan penguasa Syiah yang berkuasa di berbagai wilayah di Maghrib, Mesir, dan Syam dari 909 hingga 1171. Negara ini dikuasai oleh Syi'ah Isma'iliyah. Fatimiyah berasal dari satu tempat yang kini dikenal sebagai Tunisia (Afriqiya) yang didirikan pada tahun 909 oleh Abdullah al-Mahdi. Namun setelah penaklukan Mesir sekitar 971, ibukotanya dipindahkan ke Kairo. Dinasti ini terkadang disebut pula dengan dinasti Ubaidillah, sesuai dengan nama pendiri dinasti.[1]
Pada masa Fatimiyah, Mesir menjadi pusat kekuasaan yang mencakup Afrika Utara, Sisilia, pesisir Laut Merah Afrika, Maroko, Aljazair, Libya, Palestina, Suriah, Yaman dan Hijaz. Di masa Fatimiyah, Mesir berkembang menjadi pusat perdagangan luas di Laut Tengah dan Samudera Hindia yang menentukan jalannya ekonomi Mesir selama abad pertengahan akhir yang saat itu dialami Eropa.[2]
Kemajuan Fatimiyah dalam administrasi negara lebih berdasarkan pada kecakapan daripada keturunan,  toleransi dikembangkan kepada non-Muslim seperti orang-orang Kristen dan Yahudi, yang mendapatkan kedudukan tinggi dalam pemerintahan dengan berdasarkan pada kemampuan.[3]
Pada 1040-an, Ziriyah (gubernur Afrika Utara di masa Fatimiyah) mendeklarasikan kemerdekaannya dari Fatimiyah dan berpindahnya mereka ke Islam Sunni, yang menimbulkan serangan Banu Hilal yang menghancurkan. Setelah 1070, Fatimiyah mengendalikan pesisir Syam dan bagian Suriah terkena serangan bangsa Turki, kemudian Pasukan Salib, sehingga wilayah Fatimiyah menyempit sampai hanya meliputi Mesir. Setelah terjadi pembusukan sistem politik Fatimiyah pada 1160-an, penguasa Zengid Nur ad-Din memerintahkan jenderalnya, Salahuddin al-Ayyubi, menaklukkan Mesir pada 1169 membentuk dinasti Ayyubi Sunni.[4]
Bagimanapun juga, dinasti Fatimiyah merupakan salah satu warna dari perjalanan dinamika umat Islam di Mesir. Dalam rentang beberapa periode, dinasti ini telah mengukirkan nama harumnya bagi kemajuan dan kebesaran serta kejayaan Islam. Meskipun kedinastian ini menganut aliran Syi’ah Ismailiyah, tapi toh masih dalam bingkai Islam. Oleh karena itu, peran dan sumbangannya bagi kebesaran nama Islam harus tetap dijunjung tinggi dan dihargai.

A.     Sejarah munculnya Dinasti Fatimiyah
Mengungkap tentang sejarah munculnya dinasti Fatimiyah yang beraliran Syi’ah Isma’iliyah, tidak akan terlepas dari gerakan-gerakan Syi’ah yang muncul sebelumnya.[5] Gerakan Syi’ah Isma’iliyah ini muncul sejak berdirinya pemerintahan Abbasiyah dengan menggunakan dua model gerakan:
  1. Gerakan militan (sembunyi-sembunyi)Gerakan militan ini dipelopori oleh Abdullah ibn Syi’i[6] dengan berusaha mendekati jama’ah haji yang berasal dari Tunisia, khususnya suku Kitamah dan berusaha memasukkan propaganda ajaran Isma’iliyah. Dia kemudian berhasil mempengaruhi para jama’ah haji tersebut sehingga dia ikut pulang ke Tunisia.
  2. Gerakan frontal (terang-terangan)Sukses gemilang yang diraih oleh Abdullah al-Syi’i di wilayah Tunisia, mendorongnya melakukan perlawanan terhadap dinasti Aghlabiah. Kemudian pada tahun 909 M., dia memproklamirkan Sa’id ibn al-Husain sebagai khalifah dengan gelar al-imam Ubaidillah al-Mahdi dengan Raqadah[7] sebagai pusat ibu kota.[8]   
Dengan demikian, Dinasti Fatimiyah berdiri di Tunisia (Afrika Utara) pada tahun 909 M dibawah pimpin Sa’id ibn al-Husain setelah mengalahkan dinasti Aghlabiah di Sijilmasa.[9] Terbentuknya dinasti Fatimiyah pada saat itu menyebabkan Islam di bawah 3 penguasa yaitu: khalifah Abbasiyah di Bagdad, khalifah Umayyah di Cordova dan khalifah Fatimiyah di al-Mahdiah.[10]

Selama berkuasa dari tahun 909 M. hingga tahun 934 M, Ubaidillah membuktikan dirinya sebagai penguasa yang mampu dan berbakat. Dua tahun pasca menjadi penguasa tertinggi, dia membunuh panglima dakwahnya yaitu Abdullah al-Syi’i. Setelah itu, dia memperluas kekuasannya sampai hampir meliputi seluruh wilayah Afrika, mulai dari Maroko yang dikuasai Idrisiyah hingga perbatasan Mesir. Pada tahun 914, dia berhasil menguasai Iskandariyah, dua tahun berikutnya Delta berada dalam kekuasaannya. Kemudian dia mengirimkan seorang gubernur Baru dari suku Kitamah ke Sisilia dan menjalin pertemanan dengan pemberontak Ibn Hafshun di Spanyol. Malta, Sardinia, Corsica, Balearic dan pulau-pulau lainnya pernah merasakan kedahsyatan armada yang diwarisi dari dinasti Aghlabiah.[11]

Pasca wafatnya Ubaidillah, pemerintahan diambil alih oleh puteranya yaitu Abu al-Qasim Muhammad al-Qaim[12] yang berkuasa dari tahun 934 M. hingga 946  M. kebijakannya lebih difokuskan pada upaya penyerbuan dan perluasan wilayah kekuasaan. Oleh karena itu, pada tahun 935, dia mengirim armada untuk menyerbu pantai utara Prancis, menguasai Genoa dan sepanjang pesisir Calabria dan berusaha menaklukkan Mesir akan tetapi tidak berhasil.[13] Kemudian dilanjutkan oleh puteranya al-Manshur pada tahun 946-952 M.   

Penaklukkan Mesir berhasil dilakukan oleh cucu al-Qaim yaitu Abu Tamim Ma’ad al-Mu’iz yang berkuasa pada tahun 952-975 M.[14] Penyerbuan ke Mesir itu dilakukan dengan dalih untuk melindungi kaum Syi’ah yang di sana[15] dengan mengirimkan seorang panglima Jendaral Jawhar al-S}iqilli> berkebangsaan Sisilia atau Yunani, sekaligus untuk merebut kekuasaan dari tangan gubernur Abbasiyah Abu> al-Khawa>rij pada tahun 969 M.[16]  

Sejak kemenangannya atas ibu kota Fusthat[17] pada tahun 969, Jawhar kemudian mendirikan Masjid Agung al-Azhar yang dikemudian hari berkembang menjadi universitas dan membuat markas baru dengan nama al-Qahirah. Sejak 973 M., kota ini kemudian menjadi pusat kota dinasti Fatimiyah. Pada tahun yang sama (969 M.), setelah merasa kedudukannya di Mesir kokoh, Jawhar melirik negara tetangganya Suriah dan berhasil menaklukkan kota Damaskus.
Untuk mengetahui sekilas tentang dinasti Fatimiyah, berikut adalah para khalifah dinasti Fatimiyah:
  1. Khalifah Ubaidilah Al-Mahdi (909-934), pendiri Dinasti Fatimiyah.
  2. Abdul al-Qasim Muhammad al-Qa'im bi Amr Allah bin al-Mahdi Ubaidillah (934-946).
  3. Isma'il al-Mansur bi-llah (946-952).
  4. Abu Tamim Ma'add al-Mu'iz li-Din Allah (952 M - 975) M. Mesir ditaklukkan semasa pemerintahannya.
  5. Abu Mansur Nizar al-'Aziz bi-llah (975 M - 996 M).
  6. Abu 'Ali al-Mansur al-Hakim bi-Amr Allah (996M - 1021 M).
  7. Abu'l-Hasan 'Ali al-Zahir li-I'zaz Din Allah (1021 M - 1036 M).
  8. Abu Tamim Ma'add al-Mustanshir bi-llah (1036 M - 1094 M).
  9. Al-Musta'li bi-Allah (1094 M-1101 M). Pertikaian atas suksesinya menimbulkan perpecahan Nizari.
  10. Al-Amir bi Ahkam Allah (1101 M - 1130 M). Penguasa Fatimiyah di Mesir setelah tak diakui sebagai Imam oleh tokoh Ismailiyah Mustaali Taiyabi.
  11. Abd al-Majid (1130 M - 1149 M).
  12. Al-Wafir (1149 M - 1154 M).
  13. Al-Fa'iz (1154 M - 1160 M).
  14. Al-'Adid (1160 M - 1171 M). Setelah jatuhnya Al-`Adid, kekuasaan Dinasti Fatimiyah selama 200 tahun lebih berakhir.[18]
B.    Kejayaan Dinasti Fatimiyah

Kejayaan dinasti Fatimiyah dimulai saat al-Muiz pindah dari ibu kota al-Mahdiyah ke al-Qahirah (Kairo). Dan puncak kejayaannya dicapai pada masa pemerintahan Abu al-Manshur Nizar al-Aziz (975-996) di mana kerajaan diliputi dengan kedamaian dan nama al-Aziz diagungkan dalam setiap khutbah jum’at sepanjang wilayah kekuasaannya.[19]

Al-Aziz berhasil menempatkan dinasti Fatimiyah sebagai negara Islam terbesar di kawasan Mediterania Timur, bahkan berhasil menenggelamkan famor penguasa Bagdad. Al-Aziz rela menghabiskan dua juta dinar untuk membangun istana yang tidak kalah megah dari istana Abbasiyah, Al-Aziz menjadi penguasa Fatimiyah yang bijaksana dan paling murah hati.[20]

Salah satu bukti kemakmuran dan kejayaan dinasti Fatimiyah adalah pekerja istana kerajaan pada saat itu berjumlah 12.000 orang pelayan, 10.000 pengurus kuda dan 8.000 pengurus yang lain. Kedamaian pada saat itu tergambar dengan tidak terkuncinya toko perhiasan dan toko money changer . bahkan khalifah al-Aziz memiliki 20.000 rumah di ibu kota yang dibangun menggunakan batu bata dengan ketinggian lima atau enam lantai.[21]
      
Untuk melihat dan mengukur kejayaan dinasti Fatimiyah yang telah berkuasa selama 262 tahun, berikut adalah beberapa kontribusi mereka terhadap dunia Islam secara khusus dan seluruh dunia secara umum:

a. Agama
Dalam bidang agama, dinasti Fatimiyah memberlakukan ajaran-ajaran Syiah dengan menganggap bahwa para imam itu bersih dari dosa dan kesalahan, memberikan toleransi yang tak terbatas kepada umat Kristen yang tidak pernah dirasakan oleh mereka sebelumnya.[22]  

b. Pendidikan
Pada masa khalifah al-Aziz (976-996 M.), masjid al-Azhar ditingkatkan fungsinya dari tempat ibadah semata menjadi universitas. Dan pada masa khalifah al-Hakim bi Amrillah (996-1021 M.), didirikanlah sebuah akademi yang diberi nama dar al-hikmah[23] (kampung kebijaksanaan) yang sederajat dengan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan di Cordova, Baghdad dan lain-lain. 
Di samping itu, dinasti Fatimiyah juga mendirikan observatorium di bukit al-Mukattam untuk mempelajari astronomi, astrologi, kedokteran, kimia dan sejenisnya.[24] Ilmuan-ilmuan yang terkenal pada masa itu antara lain Ali ibn Yunus, salah seorang astronom yang memperbaharui kalender, Abu Ali al-Hasan ibn al-Hasyim yang telah menulis 100 buah buku dimana salah satu karya monumentalnya adalah al-Manaz|i r.[25]  
  
c. Politik
Sistem pemerintahan Fatimiyah bernadakan teokrasi karena menganggap jabatan khalifah ditentukan oleh nash atau wasiat Nabi kepada Ali di Gadir Khummah. Hal itu diperkuat dengan penamaan-penamaan khalifahnya seperti al-Muiz lidillah, al-Mustansir billah dll. Namun jika melihat bahwa khalifah merupakan penunjukkan langsung maka disebut juga monarki bahkan bisa disebut monarki absolut.[26] Khalifah kemudian membawahi beberapa menteri yang direkrut dari orang yang mampu dan memiliki kecakapan tanpa memandang sekte, suku bahkan agama.   

d. Militer
Peninggalan dinasti Fatimiyah dalam peradaban Islam keberadaan tentara bayaran sebagai penopang utama sebuah pemerintahan. Hal itu terjadi karena dinasti Fatimiyah penganut Syiah Ismailiyah yang pada saat itu merupakan kelompok minoritas. Tentara bayaran tersebut direkrut dari resimen kulit hitam atau Zawila yang dibeli dari pasar budak di Afrika dan dari orang Eropa Sakalaba atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Bangsa Slav yang menjadi bangsa termiskin di Eropa Timur.[27]

e. Ekonomi
Untuk meningkatkan ekonomi, dinasti Fatimiyah membuat jalan terusan, jembatan sebagai lintas hasil pertanian agar pendapatan negara  dari sektor pajak bisa ditingkatkan, menambah aturan baru tentang perindustrian dengan membatasi para industriawan dari hidup bermewah-mewahan. Satuan uang di Mesir digunakan dinar dengan kurs dirham yang ditentukan. Hal itu dilakukan untuk melindungi para pedagang kecil dari kesewenang-wenangan pedagang besar yang menggunakan dinar sebagai kurs.[28]

Sementara pendapatan Negara diperoleh dari pertanian, perdagangan dan bea cukai karena Mesir pada saat menjadi jalur penghubung antara Afrika Asia dan Eropa dan menjadi tempat pertukaran berbagai komoditas antara Eropa dan Asia.[29]   

f.   Kebudayaan dan Peradaban
Salah satu warisan dinasti Fatimiyah yang eksis hingga saat ini adalah kota Cairo[30] yang dibangun oleh Panglima Jawhar al-Katib As-Siqilli pada tahun 969. Pada tahun 975-1075 M, Fustat merupakan ibu kota Mesir dan menjadi pusat produksi keramik dan karya seni Islami - sekaligus salah satu kota terkaya di dunia. Ketika Dinasti Umayyah digulingkan dinasti Abbasiyah pada 750 M, pusat pemerintahan Islam di Mesir dipindahkan ke Al-Askar - basis pendukung Abbasiyah dan bertahan hingga tahun 868 M.[31

g.      Seni
Periode Fatimiyah juga dikenal dengan keindahan produk tekstilnya, sedangkan produk tenunan yang berkembang saat itu produk khas bangsa yang bergaya koptik Mesir, kemudian dipengaruhi oleh gaya Iran dan Sasaniyah, seni keramik mengikuti pola-pola Iran dan seni penjilidan buku yang begitu indah dan menjadi penjilidan paling pertama dalam dunia Islam.[32]


h. Arsitektur
Salah satu bukti yang paling kuat adalah berdirinya Masjid al-Azhar[33] yang dibangun oleh Jendral Jawhar pada 972 M.[34] Gaya arsitektur masjid al-Azhar merupakan penggabungan gaya masjid Ibnu Tulun di Mesir dan gaya Persia dengan menara yang menjadi ciri khas Irak Utara.

C.     Kemunduran Dinasti Fatimiyah

Setelah hampir 50 tahun menapaki sejarah keemasannya sejak masa pemerintahan Al-Mu’iz, dinasti ini mulai menurun setelah berakhirnya masa pemerintahan Al-Aziz. Tindakan-tindakan kejam dari al-Hakim (996-1021) yang sangat belia (11 tahun) menjadi titik awal kegoncangan dalam dinasti Fatimiyah. Toleransi yang dijunjung sebelumnya dinafikan oleh al-Hakim, aturan-aturan yang merugikan non-Islam diberlakukan sehingga mulailah timbul ketidaksenangan. Namun pada saat al-Zhahir (1021-1035) naik tahta, dia membangun kembali kuburan suci sehingga namanya disebutkan di Masjid-masjid kekuasaan Konstantin VIII.[35]

Pada masa pemerintahan al-Mustanshir (1035-1094), penguasa terlama dalam dunia Islam yang diangkat pada usia 11 tahun, wilayah yang berada di bawah kekuasaan Fatimiyah mulai melepaskan diri seperti Suriah, Palestina dan kota-kota di Afrika. Banu Saljuk dari Turki membayang-bayangi kekuasaannya, Banu Hilal dan Banu Sulaim dari Nejed memberontak dan bangsa Normandia meronrong di pedalaman Afrika.[36]   

Pasca al-Mustanshir, dinasti Fatimiyah terus-menerus dirundung pertikaian, baik eksternal maupun internal, kehidupan masyarakat yang sangat sulit, sumber kehidupan tinggal aliran sunagi Nil, kelaparan dan wabah penyakit yang sering terjadi, akhirnya berimplikasi pada pajak yang tinggi dan pemerasan. Puncaknya terjadi pada saat terjadi perang salib dan Shalahuddin al-Ayyubi merebut dinasti tersebut. Dia tidak lagi mengangkat khalifah dari Fatimiyah, tapi menjadikan wilayah Mesir kembali sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Abbasiyah Baghdad dengan status keamiran. Adapun dinasti keamirannya kemudian dikenal dengan dinasti al-Ayyubiyah.[37]

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Antara lain:

  1. Perilaku al-Hakim (pengganti al-Aziz) yang kejam menjadi awal kemunduran dinasti Fatimiyah. Al-Hakim membunuh beberapa wazir, menghancurkan beberapa gereja, menghancurkan kuburan suci umat Kristen (1009 M.), menetapkan aturan ketat terhadap non-Islam dengan menjadikan Islam eksklusif dari agama lain seperti pakaian dan identitas agama.[38]    
  2. Konflik internal antar para elitnya yang cukup dahsyat dan berkepanjangan. Koflik internal dalam pemerintahan Fatimiyah muncul dikarenakan hampir semua khalifahnya, setelah wafatnya Al-Aziz, naik tahta ketika masih dalam usia sangat mudah bahkan kanak-kanak, misalnya, Al-Hakim naik tahta pada usia 11 tahun, al-Zhahir berusia 16 tahun, Al-Mustansir naik tahta usia 11 tahun, Al-Amir usia 5 tahun, Al-Faiz usia 4 tahun, dan Al-Adid usia 9 tahun. Akhirnya, jabatan wazir yang mulai dibentuk pada masa khalifah Al-Aziz bertindak sebagai pelaksana pemerintahan. Kedudukan al-wazir menjadi begitu penting, berpengaruh dan menjadi ajang perebutan serta ladang konflik.[39]
  3. Keberadaan tiga bangsa besar yang sama-sama mempunyai pengaruh dan menjadi pendukung utama kekuasaan Fatimiyah, yaitu bangsa Arab, bangsa Barbar dari Afrika Utara dan bangsa Turki. Di saat khalifah mempunyai pengaruh kuat, ketiga bangsa itu dapat diintegrasikan menjadi kekuatan yang dahsyat. Akan tetapi, ketika khalifahnya lemah, maka konflik ketiga bangsa itupun menjadi dahsyat untuk saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Kondisi terakhir itulah yang terjadi pasca berakhirnya masa pemerintahan Al-Aziz.[40
  4. Faktor eksternal juga ikut mempercepat kehancuran dinasti Fatimiyah seperti ronrongan bangsa Normandia, Banu Saljuk dari Turki dan Banu Hilal dan Banu Sulaim dari Nejed yang menguasai sedikit demi sedikit terhadap wilayah kekuasan Fatimiyah.[41]
  5. Realita bahwa meski dinasti Fatimiyah telah berkuasa di Mesir hampir 200 tahun, ternyata secara ideologis belum berhasil membumikan doktrin ideologi Syi’ah Ismailiyah. Masyarakat Muslim di Mesir teryata masih tetap setia kepada ideologi Sunni. Oleh karena itu, ketika dinasti Fatimiyah berada di ambang kehancurannya, masyarakat Muslim Mesir bukannya berusaha membantu, tapi justru berusaha mempercepat kehancurannya.[42]
  6. Pukulan menentukan dari kehancuran Fatimiyah terjadi pada masa pemerintahan khalifah Al-Adid Lidinillah. Pada saat itu, wilayah kekuasaan dinasti Fatimiyah menjadi ajang perebutan antara Nuruddin Zinki sebagai wakil dinasti Abbasiyah yang ada di Syiria dan pasukan Salib yang ada di Yerusalem pimpinan Raja Almeric. Pada tahun 1169 M, pasukan Nuruddin Zinki yang dipimpin panglima besar Shalahuddin al-Ayyubi dapat mengusir pasukan Salib dari Mesir dan menaklukkan kekuasaan wazir dari khalifah al-‘Adid. Setelah khalifah al-‘Adid wafat pada tahun 1171.[43]
Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan-pemaparan sebelumnya dalam pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
  1. Sejarah kemunculan dinasti Fatimiyah tidak terlepas dari gerakan-gerakan militan dan prontal yang dilakukan oleh Syi’ah Ismailiyah yang dipimpin oleh Abdullah ibn Syi’i dengan terampil dan terorganisir. Pada tahun 909, gerakan tersebut berhasil mendirikan dinasti Fatimiyah di Tunisia (Afrika Utara) dibawah pimpinan Sa’id ibn al-Husain setelah mengalahkan dinasti Aghlabiah di Sijilmasa. Dinasti Fatimiyah merasakan tiga ibu kota  yaitu Raqadah, al-Mahdiyah dan Kairo dibawah 14 khalifah selama 262 tahun yaitu sejak tahun 909 hingga 1171.
  2. Kejayaan dinasti Fatimiyah dimulai sejak pindahnya pemerintahan dari Abu Tamim Ma'add al-Mu'iz li-Din Allah (952 M - 975) M. dan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Abu al-Manshur Nizar al-Aziz (975-996). Kejayaan itu dapat dilihat dalam bidang agama dengan toleransi yang tinggi, pendidikan dengan pembangunan universitas dan perpustakaan, politik dengan system teokrasi dan monarki akan tetapi demokrasi di bawah level khalifah, militer dengan pasukan bayaran, ekonomi dengan infrastruktur, aturan yang adil dan menjadi jalur internasional, kebudayaan dan peradaban dengan kota Kairo sebagai bukti, arsitektur dengan masjid al-Azhar dan kesenian dengan produk tekstil, tenunan, keramik dan penjilidan.
  3. Kemunduran dinasti Fatimiyah dimulai dari masa pemerintahan al-Hakim ((996-1021) yang membuat kebijakan kontroversial dalam bidang agama dan terus merosot pasca pemerintahan al-Zhahir ((1021-1035) dan musnah pada masa al-Adid (1160 M - 1171 M), kemunduran itu karena faktor eksternal berupa rongrongan dari penguasa luar dan rongrongan internal, perilaku al-Hakim yang kontroversi, khalifah yang masih belia, dan ajaran Syi’ah Ismailiyah yang belum sepenuhnya diterima masyarakat Mesir yang ditandai dengan kembalinya masyarakat Mesir ke ajaran sunnah bersamaan ketika Shalahuddin al-Ayyubi bersama pasukannya mengendalikan Mesir setelah mengalahkan pasukan salib.
DAFTAR PUSTAKA

Adawi, Ibrahim Ahmad. Tarikh al-‘Alam al-Islmi. Diktat al-Ma’had al-Dirasah al-Islamiyah, 1998 M.

Al-Dimasyqi, Abu al-Fada’ Isma’il ibn Kasir. al-Bidayah wa al-Nihayah. Cet. I; Bairut: Dar Ih}ya al-Turas al-‘Arabi, 1408 H./1988 M.

Anggota Pondok Baca. Dinasti Fatimiyah. http://www.blogger.com. (10-12-2010 M.).

Guna, Ramadhani Pratama. Cairo, Kota Peradaban. http://www.kebunhikmah.com, (10-12-2010 M.).

Hitti, Philip K. History of the Arabs; From the Earliest Times to the Present. diter. R. Cecep Lukman Yasin dkk, History of the Arabs. Cet. I; Jakarta: Serambi Ilmu Semesta IKAPI, 1429 H./2008 M.

Karim, M. Abdul. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. (Cet. I; Yogyakarta; Pustaka Book Publisher, 2007 M.).

Masjid al-Azhar , Dibangun Syiah, digunakan Sunni. http://www.kalipaksi.com. (10-12-2010 M.).

Newsroom, Republika. al-Azhar, Simbol Intelektual Islam Sepanjang Masa. http://www.republikaonline.com. (10-12-2010 M.).

Wikipedia. Bani Fatimiyah. http://www.wikipedia.com (10-12-2010 M.).

Wikipedia. Kekhalifahan Fatimiyah. http://www.wikipedia.com. (10-12-2010 M.).

Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam II. Cet.II; Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994.

Zuhra, Farah. Ilmu Militer Dalam Peradaban Islam. http://www.gaulislam.com,   (10-12-2010 M.).

Fote Note


[1]Ramadhani Pratama Guna, Cairo, Kota Peradaban, http://www.kebunhikmah.com, (10-12-2010 M.).
[2]Republika Newsroom, al-Azhar, Simbol Intelektual Islam Sepanjang Masa, http://www.republikaonline.com, (10-12-2010 M.).
[3]M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, (Cet. I; Yogyakarta; Pustaka Book Publisher, 2007 M.), h. 191.
[4]Wikipedia, Kekhalifahan Fatimiyah, http://www.wikipedia.com, (10-12-2010 M.).
[5]Sebenarnya, sekte Syi’ah sudah lama mendambakan dan mencita-citakan berdirinya kekhalifahan yaitu sejak memudarnya kekhalifahan Ali ibn Abi Thalib di Kufah, namun mereka selalu mendapatkan tekanan politik dari dinasti umayyah dan Abbasiyah sehingga salah satu cara yang dilakukannya adalah taqiyah, yaitu taat kepada penguasa secara lahiriyah akan tetapi menyusun kekuatan secara diam-diam. Lihat: M. Abdul Karim, op.cit., h. 190.  
[6]Ia adalah seorang penduduk asli San’a Yaman yang menjelang awal abad ke-9 memproklamirkan diri sebagai pelopor paham al-mahdi dan menyebarkan hasutannya dalam suku Berber di Afrika Utara.
[7]Raqadah terletak 10 mil dari wilayah qairawan Tunisia (Afrika Utara).
[8]Namun karena Raqadah terlalu dekat dari kota pusat Sunni yaitu qairawan, maka pusat pemerintahan dipindahkan ke al-Mahdiyah, sekitar 16 mil arah tenggara Raqadah pada tahun 915. Lihat: Ibrahim Ahmad Adawi, Tarikh al-‘Alam al-Islami, (Diktat al-Ma’had al-Dirasah al-Islamiyah, 1998 M.) h. 259.
[9]Dinasti Aghlabiah berdiri pada masa pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid ketika dia mengangkat Ibrahim ibn al-Aghlab sebagai penguasa Ifriqiyah (Tunisia) pada tahun 800 M secara independen dengan gelar ami>r. untuk membendung kekuatan luar yang ingin melemahkan dinasti Abbasiyah, terutama dinasti Rustamiah (khawarij) dan Idrisiah. Kemudian pada tahun 909 M. Dinasti Aghlabiah yang dipimpin oleh Ziadatullah al-Aghlabiah III dilenyapkan oleh dinasti Fatimiah. Lihat: M. Abdul Karim, op.cit., h. 189.     
[10]Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam II, (Cet.II; Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994), h. 76. Al-Mahdiyah adalah nama yang diambil dari penguasa pada saat itu yaitu Ubaidillah al-Mahdi, Lihat: Ibrahim Ahmad Adawi, op.cit., h. 259.
[11]Philip K. Hitti, History of the Arabs; From the Earliest Times to the Present, diter. R. Cecep Lukman Yasin dkk, History of the Arabs, (Cet. I; Jakarta: Serambi Ilmu Semesta IKAPI, 1429 H./2008 M.) h. 789.     
[12]Dia diberi gelar dengan nama al-Qaim bi amri Allah. Lihat: Abu al-Fada’ Isma’il ibn Kasir al-Dimasyqi, al-Bidayah wa al-Nihayah, (Cet. I; Bairut: Da>r Ih}ya> al-Tura>s| al-‘Arabi>, 1408 H./1988 M.) Jilid 11 h. 203.
[13]Ibid, Jilid 11 h. 203.
[14]Keberhasilan itu tidak lepas dari kondisi Mesir yang penduduknya dapat menerima berbagai aliran mazhab dan makmur.
[15]Perlindungan itu diberikan karena terjadi sengketa pelaksanaan upaca keagamaan ‘id al-gadir.
[16]M. Abdul Karim, op.cit., h. 192.
[17]Fusthat adalah Ibu kota Mesir sejak tahun 639-969 M. dibawah dinasti Abbasiyah.
[18]Wikipedia, Bani Fatimiyah, http://www.wikipedia.com (10-12-2010 M.)..
[19]Philip K. Hitti, op.cit., h. 791.
[20]Ibid, h. 791.
[21]Ibid, 798.
[22]Hal itu dilakukan oleh al-Aziz karena pengaruh dari wazirnya yang beragama Kristen Isa ibn Natshur dan istri al-Aziz yang berasal dari Rusia. Lihat: Philip K. Hitti, History of the Arabs, op.cit., h. 791.  
[23]Nama ini terkait dengan pusat studi ilmu pengetahuan di Bagdad pada masa khalifah al-Makmun dari dinasti Abbasiyah. 
[24]M Abdul Karim, op.cit., h. 201.
[25]Ibid, h. 202.
[26]Ibid, h. 194.
[27]Farah Zuhra, Ilmu Militer Dalam Peradaban Islam, http://www.gaulislam.com, (10-12-2010 M.).
[28]M Abdul Karim, op.cit., h. 199-200.
[29]Ibid, h. 200.
[30]Al-Qahirah atau Kairo yang berarti penaklukan atau kejayaan.
[31]Ramadhani Pratama Guna, Cairo, Kota Peradaban, www.kebunhikmah.com, (10-12-2010 M.).
[32]Philip K. Hitti, op.cit., h. 806.
[33]Nama Al-Azhar terinspirasi dari kata Zahra yang diambil dari nama belakang Sayidah Fatimah Al-Zahra putri Nabi Muhammad saw, sebagai sebuah penghormatan kepadanya. Lihat: Republika Newsroom, al-Azhar: Simbol Intelektual Islam Sepanjang Zaman, http://www.Republikaonline.com, (10-12-2010 M.).
[34]M. Abdul Karim, op.cit., h. 202.
[35] Philip K. Hitti, op.cit., h. 792.
[36]Ibid, h. 796.
[37]Ibid, h. 796.
[38]Philip K. Hitti, op.cit., h. 792.
[39]Philip K. Hitti, op.cit., h. 792.
[40]Anggota Pondok Baca, Dinasti Fatimiyah, http://www.blogger.com, (10-12-2010 M.).
[41]Philip K. Hitti, op.cit., h. 794.
[42]Anggota Pondok Baca, Dinasti Fatimiyah, http://www.blogger.com, (10-12-2010 M.).
[43]Philip K. Hitti, op.cit., h. 796.

Thursday, 14 June 2012

RIWAYAT KHILAFAH ABU BAKAR AS SHIDDIQ

Pembentukan khilafah Abu Bakar adalah suatu hal yang sangat urgen untuk dikaji lebih jauh dalam sejarah perjalanan Islam, karena masa khalifah Abu Bakar adalah masa detik-detik yang sangat menentukan jatuh bangunnya bahkan eksis tidaknya Islam dimuka bumi ini. Telah tercatat dalam sejarah bahwa kehadiran Nabi Muhammad saw, membawa ajaran Islam sebagai rahmatan lil-alamin, Islam semakin muncul semakin hari semakin memperlihatkan fenomena-fenomena keunggulan dan keabsahannya. Ini yang menyebabkan bangsa arab quraisy sangat menaruh perhatian terhadap agama yang di bawah oleh Muhammad. Hal ini di sebabkan kekhawatiran kaum quraisy akan kehancuran agama dan posisi mereka di mekkah.

Dari waktu ke waktu umat Islam semakin sadar bahwa agama mereka (Islam) adalah agama yang benar, sehingga mereka benar-benar mempertahankannya,namun usia Muhammad relatif singkat.1 kewafatan Muhammad tidak berarti Islam telah terkubur, tetapi Islam sebagai agama Allah tetap berlaku sampai akhir zaman. Nabi Muhammad wafat tanpa meninggalkan wasiat secara jelas siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin islam,

sehingga menimbulkan sedikit kesulitan bagi tokoh-tokoh dewasa ini, namun kearifan tokoh yang berpengaruh akhirnya sepakat mengangkat Abu Bakar as siddiq sebagai khalifah pertama.2 

1 .Gelar Abu Bakar As-Siddiq R.A

  • As-Sidiq : Orang Yang Percaya. Ketika Terjadi Peristiwa Isro’ Dan Mi’roj, Beliaulah Termasuk Orang Pertama Yang Percaya Dengan Peristiwa Itu. Maka Beliau Digelari As-Siddiq. 
  • Al-‘Atiq : Konon Ceritanya Rasulullah Pernah Berkata; “Kamu Adalah Hamba Allah Yang Dijauhkan (‘Atiq) Dari Api Neraka”. Maka Sejak Itulah Terkenal Di Kalangan Sahabat Dengan Sebutan Al-‘Atiq. Pendapat Lain Mengatakan Karena Wajahnya Yang Tampan. Pendapat Lain Karena Banyak Memerdekakan Budak Muslim Seperti Bilal. Pendapat Lain Karena Tidak Ada Cacat Dalam Nasabnya.
2.Kenapa Abu Bakar Terkenal Di Kalangan Muslimin? 
  • Di Beri Gelar As-Siddiq Seorang Yang Dipercaya Oleh Kaum Muslimin.
  • Beliau Dikenal Ramah, Rendah Hati Dan Penuh Kelembutan. 
  • Di Awal Masa Kekhalifahannya Beliau Memerangi Nabi Palsu Dan Orang Muslim Yang Enggan Membayar Zakat. 
  • Yang Banyak Rela Berkorban Terhadap Islam.
  • Dikenal Dengan Al-‘Atiq. Yang Di Jauhkan Dari Panasnya Api Neraka.
  • Wajahnya Yang Tampan. 
  • Banyak Memerdekakan Budak Muslim Seperti Bilal. 
  • Tidak Ada Cacat Dalam Nasabnya. 
3.Kepribadiannya 

Mengenai Pribadinya, Ibn Asakir Meriwayatkan Dari Abdullah Bin Az-Zubair, “Ketika Para Sahabat Sedang Berkumpul Dalam Suatu Majlis, Seseorang Bertanya Kepada Abu Bakar. “Apakah Kamu Pernah Minum Khomer Pada Masa Jahiliyah?” Kata Orang Itu. Beliau Menjawab, “Aku Berlindung Kepada Allah. “Kenapa” Orang Itu Bertanya. “ 

Saya Dapat Menjaga Kehormatan Diriku Dan Muruah. Sebab Orang Yang Minum Khomer Hilang Kehormatannya Dan Muruahnya” Jawab Abu Bakar. Orang Pun Melaporkan Kepada Rasulullah. Rasulullah Berkata, “Abu Bakar Benar. Abu Bakar Benar.” Dari Aisyah ‘Aisyah R.A. Berkata, “Demi Allah, Abu Bakar R.A. Belum Pernah Membaca Syair Pada Masa Jahiliyah Dan Islam. Beliau Dan Utsman Bin ‘Affan Tidak Pernah Meminum Khomer/Arak.” 

Pada Waktu Rasulullah Wafat, Kaum Muslimin Mulai Guncang Dan Kebinggungan Akan Keberlangsungan Islam. Melihat Kondisi Yang Sangat Membahayakan Ini, Beliau Dengan Lantang Berkata; “ Siapa Diantara Kalian Yang Menyembah Muhammad (Rasulullah), Maka Muhammad Sudah Wafat. Tapi Barangsiapa Menyembah Allah SWT Maka Allah SWT Itu Hidup Dan Tidak Akan Mati.” Mendengar Ucapan Itu, Maka Tenanglah Hati Umat Islam. Hingga Akhirnya Allah SWT Menguatkan Keimanan Mereka. 

PROSES PEMBETUKAN KHALIFAH PERTAMA 

Selepas Rasululllah Wafat, Abu Bakar Diangkat Menjadi Kholifah Oleh Kaum Muslimin Pada Tahun 11 H. Inilah Sejarah Pergantian Kepemimpinan Umat Islam Untuk Pertama Kali Yang Didasarkan Pada Syuro’ (Musyawarah). Pada Waktu Dipilih Menjadi Kholifah Beliau Berkata; “Aku Diangkat Menjadi Pemimpin Kalian Tapi Bukan Berarti Aku Yang Paling Baik Dari Kalian. Sekiranya Aku Melakukan Kebaikan Maka Kalian Harus Menolongnya Dan Sekiranya Aku Berbuat Salah Maka Kalian Wajib Meluruskan Dan Mengingatkan. Kejujuran Adalah Amanah Dan Berdusta Adalah Khianat Dan Pengingkaran Terhadap Yang Benar. Orang-Orang Yang Lemah Diantara Kalian, Bagiku Adalah Orang Kuat Hingga Aku Memberikan Haknya. Dan Orang-Orang Yang Kuat Diantara Kalian, Bagiku Adalah Lemah Hingga Aku Ambil Hak-Hak Itu Darinya.” 4 

Khalifah Abubakar Bin Abi Quhafah Dengan Gelaran Abubakar Assiddiq, Telah Memerintah Selama 2 Tahun 3 Bulan, Dengan Pemerintah Pusatnya Di Madinah.   
Wafatnya Abu Bakar 

Wasiat Abu Bakar Kepada Umar Sebelum Ajal Menjemputnya Sebagaimana Diceritakan Abdurrahman Bin Abdullah Bin Sabith “Pada Waktu Ajal Hendak Menjemputnya, Beliau Memangil Umar. Beliau Berkata, “Wahai Umar, Ingatlah Bahwa Ada Amalan Untuk Allah Yang Dilakukan Siang Hari Yang Allah Tidak Akan Menerima Amalan Itu Di Waktu Malam. Dan Ada Amalan Untuk Allah Yang Di Malam Hari Yang Tidak Akan Diterima Di Waktu Siang. Allah Tidak Menerima Amalan Sunnah Sehingga Yang Wajib Dilaksanakan. Timbangan Amal Baik Di Akhirat Menjadi Berat Karena Mengikuti Jalan Kebenaran Di Dunia Hingga Allah Beratkan Timbangan Atas Mereka. Dan Timbangan (Baik) Manusia Berkurang Di Akhirat Karena Manusia Mengikuti Jalan Sesat/Batil Selama Di Dunia 

Beliau Wafat Pada Tahun 634. Ketika Beliau Wafat, Ali Bin Tholib Berkata; “Semoga Allah Memberikan Rahmat Kepada Abu Bakar, Kamu Adalah Saudara Rasulullah, Kawan Dekat, Penghibur Duka Lara, Dan Kawan Dalam Bermusyawarah. Kamu Adalah Orang Pertama Yang Berislam, Yang Paling Ikhlas Beriman Kepada Allah Dan Rasul-Nya, Yang Paling Baik Dalam Persahabatan Dan Paling Mulia Diantara Kaum Lainnya. Kamu Juga Yang Paling Serupa Dengan Rasulullah Ketika Diam Dan Gerak. Allah Telah Angkat Derajat Namamu, Wahai Abu Bakar Dalam Tingkatan Yang Paling Tinggi. Allah Berfirman; “ Dan Orang Yang Percaya Dengan Kenabian Muhammad 

Pelantikan Saidina Abu Bakar Mendapat Tantangan Daripada Beberapa Orang Yang Ingin Melantik Saidina Ali Abi Talib Sebagai Khalifah Karena Saidina Ali Antaranya Ialah Golongan Syiah Tantangan Itu Tamat Selepas Saidina Ali Abi Talib Membaiahkan Saidina Abu Bakar. Antara Kejayaan Yang Diperoleh Saidina Abu Bakar Ialah Melancarkan Kempen Untuk Menghapuskan Golongan Riddah Dan Nabi Palsu Dalam Peperangan Islam Riddah, Pengumpulan Pengumpulan Al-Quran Dan Berjaya Menawan Beberapa Kawasan Milik Empayarsi Dan Byzantine. 

Memberantas Nabi-Nabi Palsu, Dimana Pada Saat Itu Muncul Orang-Orang Yang Mengaku Dirinya Sebagai Nabi Seprti Yang Di Lakukan Muzailamah Al-Kazzab Artinya Musailamah Si Pendusta Dari Suku Yamamah, Al Aswad Al Insi Darin Yaman Dan Tulaihah Ibnu Khuwailiid Dari Suku Asad. Gerakan Mereka Sangat Berbahaya Karena Sudah Banyak Memperoleh Pengikut, Seperti Musailamah Mengakun Pernah Di Angkat Menjadin Nabi, Pada Hal Nabi Sudah Wafat,,Maka Abu Bakar Menghancurkan Merea. 
Memerangi Orang Yang Enggang Mmbayar Zakat, Yang Pada Saat Itu Banyak Orang Yang Inkar Tidak Mau Membayar Zakat Lagi Mereka Sudah Menganggap Bahwa Zakat Itu Tutak Wajib Lagi Karena Rasulullah Sudah Wafat, Maka Abu Bakar Mengangkat Senjata Memerangi Merka, Sehngga Mereka Sadar Bahwa Membayar Zakat Itu Adalah Suatu Kewajiban Bagi Setiap Muslaim Yang Mempunyai Kemampuan. 

Memberantas Orang-Orang Murtad, Yang Pada Saat Itu Mendengar Tlah Wafat Rasulullah, Mereka Berbondong-Bondong Keluar Dari Agama Ajaran Tauhid, Terutama Orang Yang Yang Lemah Imannya Karena Baru Mmasuk Islam. 
Mengumpulan Al-Quran, Atas Usul Umar Bin Khattb, Umar Mngusulkan Agar Al-Quran Di Kumpulkan Sebab Banyak Penghafal Al-Quran Yang Meninggal Dalam Peperangan Terakhir. Oleh Karena Itu Abu Bakar Membentuk Panitia Pengumpul Dan Penulis Al-Quran Yang Di Ketahui Zaid Bin Tzabit, Usman Bin Affan Dan Ali Bin Abi Thalib, Setlah Selesai Di Kumpullah Di Rumah Abu Bakar As Siddiq. 
Memperluas Wilayah Islam, Abu Bakar As Siddiq Memperluas Wilayah Islam Sebagai Berikut, 

ABU BAKAR AS SIDDIQ SEBAGAI KHALIFAH

A. Riwayat Hidup Abu Bakar As Siddiq 

Beliau lahir 2 tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah Saw Di Kota Mekkah. Atau Pada Tahun 51 Sebelum Hijriah (751 M). Nama Lengkapanya Abdullah Bin Utsman Bin ‘Amir Bin Ka’ab At-Taimy Al-Qursy. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, Kemudian Rasulullah mengantinya dengan Nama Abdullah. Gelarnya As-Sidiq; Orang Percaya. Ketika Terjadi Peristiwa Isra’ Dan Mi’raj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari As-Siddiq. Nama panggilanya Abu Bakar. Ibunya bernama Ummul Khoir Salma Binti Shahr Bin ‘Amir.3 Abu Bakar As-Siddiq R.A, muslim pertama yang beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah, Dan demi imannya itu pula dialah yang paling banyak berkorban. Sejak masuk islam besar sekali hasratnya hendak membantu Nabi dalam berdakwah demi agama Allah dan membela kaum muslimin. Ia lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri, Mendampinginya Selalu Dalam Setiap Peristiwa. Disamping Sahabat Rasulullah Beliau Juga Mertua Dari Rasulullah.

Abu Bakar Adalah Seorang Yang Dipercaya Oleh Kaum Muslimin Ketika Itu Untuk Menjadi Khalifah Pertama. Beliau Dikenal Ramah, Rendah Hati Dan Penuh Kelembutan. Di Awal Masa Kekhalifahannya Beliau Memerangi Nabi Palsu Dan Orang Muslim Yang Enggan Membayar Zakat

Masalah Suksesi Mengakibatkan Suasana Politik Main Tegang, Pada Hal Semasa Hidupnya Beliau Bersusah Payah Dan Berhasil Membina Persaudaraan Yang Kokoh Di Antara Semua Pengikutnya, Yaitu Antara Kaum Muhajirin Dan Kaum Ansar. Dilambatkan Pemakaman Jenazah Rasulullah Menggambarkan Betapa Gawatnya Krisis Suksesi Itu. 5

Pada Saat Itu Masyarakat Ansar Menyelenggarakan Musyawarah Di Gedung Pertemuan Bani Sa’idah Untuk Mengangkat Dari Kalangan Mereka Sendiri. Mereka Semula Sepakat Memilih Said Ibnu Ubaydillah. 7 Sedangkan Muhajirin Mendesak Abu Bakar Sebagai Calon Mereka Karena Ia Di Pandang Makin Layak Untuk Menggantikan Nabi . 8

Selain Itu Terdapat Juga Kelompok Orang-Orang Yang Menghendaki Ali Bin Abi Thalib, Karena Menurutnya Nabi Telah Menunjuk Secara Terang-Terangan Sebagai Penggantinya, Di Samping Ali Adalah Menantu Dan Kerabat Nabi. Namun Dengan Demikian Kemungkinan Terpepilinya Ali Sangat Tipis Karena Berbagai Macam Pertimbangan Antara Lain, Seperti Yang Dikatakan Leh Muhammad Husain Ali Kasyafil Bahwa Setelah Rasulullah Wafat Banyak Sahabat Yang Menghendaki Supaya Halifah Tidak Diserahkan Pda Ali Karena Umurnya Masih Mudah .

Kondisi Seperti Tersebut Diatas Membawa Suasan Politik Ummat Islam Semakin Kritis, Karena Masing-Masing Golongan Merasa Diri Paling Brhak Menjadi Khalifah Penerus Nabi. Pada Saat Itu Ummat Islam Nyaris Di Jurang Perpecahan,Suasana Politi Macam Itu Adalah Logis, Kaarena Masing-Masing Pihak Mempunyai Alas An. Kaum Ansar Menuntut, Bahwa Mereka Adalah Prang-Orang Yang Pertama Menjadi Tempat Dan Possisi Pada Saat Kerisia Yang Gawat. Oleh Sebab Itu Seorang Khalifah Pengganti Nabi Haruslah Dipilih Diantara Mereka. 

Demikian Pula Kaum Muhajirin Menuntut Bahwa Abu Bakar Adalah Orang Yang Terbaik Untuk Menggantikan Nabi , Sebab Sebelum Wafatnya Nabi Sering Menugaskan Abu Bakar Menggantinya Mengimani Shalat Jamaah Dan Tugas-Tugas Tretentu. Golongan Yang Menghendaki Agar Nabi Mengganti Nabi Beralsan Bahwa Ali Adalah Genrasi Muda Muhajirin Menuntut Bahwa Abu Bakar Adalah Orng Yang Terbaik Untuk Menggantikan Nabi Sebab Sebelum Wafatnya Nabi Sering Menugaskan Abu Bakar Menggantinya Mengimami Shalat Berjamaah. Golongan Yang Menghendaki Agar Ali Yang Menggantikannya Sangat Beralasan Karea Ali Adalah Genersi Mudah Yang Pertama Masuk Islam, Ia Adalah Sepupu Dan Menantu Nabi.

Terjadinya Peristiwa Tersebut Menggambarkan Adanya Dinamisme Perpolitiakn Ummat Islam. Dalam Proses Berikutnya, Setelah Abu Bakar Mendengarkan Informasi Bahwa Golongan Ansar Mengadakan Musyawarah Untukm Mengangkat Said Bin Ubaidah Menjadi Khalifah Untuk Mengganti Nabi. Kemudian Abu Bakar Dan Umar Ketempat Tersebut, Dalam Pertemuan Tersebut Seorang Dari Kaum Ansar Berpidato Mereka Berkata: Kami Adalah Kaum Ansar Dan Pasukan Islam Dan Kalin Adalah Dari Kalangan Muhajirin Sekelompok Kecil Dari Kami 11. Ternyata Kalian Mau Menggabungkan Kami Dan Mengambil Hak Kami Serta Memaksa Kami.

Tatkala Para Muhajirin Dan Ansar Bertiakai Mengenai Pengganti Rasulullah, Pertikaian Itu Hamper Saja Menyulut Pembunuhan Dan Perpecahan Diantara Mereka, Peranan Abu Bakar Sangat Besar Dalam Meredakan Kekhawatiran Orang Ansar Terhadap Tindakan Semena-Mena Kaum Muajirin .

Setelah Mendengarkan Perkataan Itu Dengan Ijaksana Bu Bakar Berkata, Sesungguhnya Perjuangan Kaum Ansar Dalam Perjuangan Islam Tidak Ada Bandigannya, Tetapi Sungguhpun Emikian Seluruh Masyarakat Arabiah Mengetahui Bahwa Tidak Ada Penguasa Arab Yang Paling Disegani Melainkan Dari Kalangan Quraisy. Lalu Orang Ansar Berkata Kalau Begitu Pilihlah Sorang Pemimpin Dari Golongan Kamu, Dan Kami Akan Menetapkan Pemimpin Untuk Kami Sendiri, Menaggapi Usulan Tersebut Umar Segara Berkata Tegas, Ingatlah Dua Pemimpin Tidak Ada Yang Berhak Berkuasa Dalam Waktu Bersamaan, 

Karena Itu Hendaknya Kamu Sekalian Memilih Diantara Umar Dan Abu Ubaidah Sebagai Khalifah, Namun Kedua Khalifah Tersebut Diusulkan Tersebut Seraya Menolak Sambil Berkata “Tidak” Kami Tidak Mempunyai Kelebihan12. Dalam Situasi Musyawarah Yang Makin Kritis, Umar Mengangkat Tangan Abu Bkar Seraya Menyampikan Sumpaah Setia Kepadanya Dan Membaiatnya Sebagai Khalifah, Sikap Umar Tersebut Di Ikuti Oleh Abu Ubaidah Dan Tokoh-Tokoh Ansar Yang Hadir Dalam Pertemuan Tersebut, Mereka Menyatakan Kerelaan Membaiat Abu Bakar Sebagai Khalifah Yang Resmi, Dan Terjalinlah Kembali Sikap Kesatuan Dan Solidaritas Yang Kian Lama Menjadi Perdebatan , Akhirnya Terselesaikanlah Krisis Perdebatan Yang Tiada Artinya..

Proses Pemilihan Pengangkatan Abu Bakar Sebagai Khalifah Pertama Dalam Islam Yang Menggambarkan Betapa Seriusnya Masalah Prosesi Kepemimpinan Dalam Masyarakat Islam Pada Saat Itu. Dari Peristiwa Tersebut Diatas Dapat Di Pahami Bahwa Terpilihnya Abu Bakar Menjadi Khalifah Menunjukkan Adanya Kesadaran Politik Yang Baik Di Kalangan Ummat Islam, Dan Cepatnya Pemilihan Itu Di Rampungkan Merupakan Bukti Bahwa Mereka Bertekad Untuk Bersatu Kembali Melanjutkan Perjuangan Nabi Muhammas Saw.

ISI PIDATO KHALIFAH ABUBAKAR ASSIDDIQ 

Setelah Abu Bakar Dipilih Sebagai Khalifah Rasulallah S.A.W. Maka Beliau Menyampaikan Ucapannya Yang Pertama Kepada Orang Ramai: 

"…..Saudara-Saudara Sekalian, Saya Sudah Terpilih Untuk Memimpin Kamu Semua, Dan Saya Bukanlah Orang Yang Terbaik Diantara Kamu Sekalian. Kalau Saya Berlaku Baik Bantulah Saya, Kalau Anda Sekalian Melihat Saya Salah, Maka Luruskanlah. Kebenaran Adalah Suatu Amanah, Dan Dusta Adalah Pengkhianatan. Orang Yang Lemah Diantara Kamu Adalah Kuat Dipandangan Saya, Sesudah Haknya Saya Berikan Kepadanya, Insya Allah. Orang Yang Kuat Diantara Kamu Adalah Lemah Dipandangan Saya , Sehingga Saya Terpaksa Menarik Kembali Hak Daripadanya, Insya Allah ! Janganlah Ada Seseorang Dari Anda Sekalian Yang Mau Meninggalkan Jihad. Apabila Sesuatu Kaum Telah Meninggalkan Jihad (Perjuangan Dijalan Allah), Maka Allah Akan Menimpakan Kehinaan Kepadanya. Apabila Kejahatan Sudah Meluas Pada Sesuatu Golongan, Maka Allah Akan Menyebarkan Bencana Kepada Mereka. Ikutlah Saya Selama Saya Taat Kepada Perintah Allah Dan Rasulnya. Tetapi Apabila Saya Melanggar (Perintah) Allah Dan Rasulnya Maka Tidak Wajib Anda Sekalian Mentaati Saya. Marilah Kita Solat, Semoga Allah Memberi Rahmat Kepada Anda Sekalian." 


Abubakar Assiddiq Telah Banyak Jasanya Terhadap Islam Dan Ummatnya. Antaranya Beliau Telah Ikut Bersama Nabi S.A.W. Berhijrah Ke Madinah, Dan Beliau Telah Berjaya Menyelamatkan Negara Islam Dari Kehancuran Desebabkan Ramai Yang Telah Berpaling Tadah Dan Memberontak, Setelah Mereka Mengetahui Nabi Mohammad S.A.W. Telah Wafat. 

Abubakar Juga Telah Berjasa Besar Dalam Mengumpulkan Ayat-Ayat Al-Quran, Yang Pada Mulanya Ditulis Dipelepah Kurma, Tulang-Tulang, Kulit-Kulit, Dan Ramai Pula Yang Menghafalnya. Pengumpulan Kitab Suci Al-Quran Disusun Demikian Rupa Sesuai Dengan Petunjuk Yang Telah Diberikan Dizaman Hayat Nabi S.A.W. 

Abubakar Assiddiq Telah Menghantar Tentara Islam Memerangi Orang-Orang Yang Murtad, Memerangi Orang-Orang Enggan Membayar Zakat, Dan Memerangi Nabi-Nabi Palsu. 

Beliau Juga Telah Berjaya Mengajak Ummat Manusia Ke Jalah Allah Dan Terhadap Mereka Yang Enggan Diberikan Pilihan, Jika Tak Mahu Masuk Islam Mereka Masih Juga Dilindungi Dengan Membayar Sedikit Cukai Perlindungan (Jizyah), Jika Masih Enggan Juga Maka Mereka Seperti Ini Terpaksalah Ditindak (Diperangi). 

Meskipun Demikian Sebelumnya Saidina Abubakar Terlebih Dahulu Menasihati Tentara Islam Mengikut Jejak Amal Perbuatan Yang Dilakukan Oleh Nabi S.A.W. Antara Lain Beliau Berpesan : 

"Wahai Tentara Semuanya, Perhatikanlah ! Jangan Menipu Atau Membohongi Orang Lain. Jangan Menganiaya Atau Menyiksa Orang. Jangan Membunuh Orang-Orang Tua, Anak-Anak Atau Orang Perempuan. 

Jangan Membakar Pohon Kurma. Jangan Menebang Pohon Buah-Buahan Yang Lain. Jangan Menyembelih Kambing Atau Sapi Atau Unta Kecuali Untuk Makanan Yang Dimestikan. 

Satu Ketika Kamu Akan Sampai Ke Tempat-Tempat Orang Yang Telah Meninggalkan Keduniaan, Mereka Masuk Kedalam Biara-Biara Untuk Mengasingkan Diri Dari Masyarakat Ramai, Jangan Kamu Sampai Mengganggu Mereka. Biarkanlah Mereka Beribadah Mengikut Kepercayaan Mereka." 

Hal Ini Sesuai Dengan Firman Allah Yang Bermaksud : "Perangilah Di Jalan Allah Mereka Yang Memerangi Kamu, Tetapi Janganlah Melampau Batas, Karena Allah Tidak Menyukai Orang-Orang Yang Melanggar Batas." (Quran, 2: 190) 

Alhamdulillah Berkat Usaha Gigih Dan Diikuti Dengan Ajaran Islam Yang Benar Dan Adil Terhadap Siapa Saja, Maka Pengaruh Islam Tambah Luas Sehingga Kerajaan Rome Dan Parsi Dapat Dikuasai. 

Beliau Wafat Pada 22hb Ogos 634 M. Dalam Usia 63 Tahun, Disebabkan Mengidap Demam Panas Selama 15 Hari. Dikebumikan Berhampiran Dengan Tanah Perkubuaran Nabi S.A.W. Di Madinah. 

D. UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN ABU BAKAR AS SIDDIQ

Setlah Di Angkat Menjadi Khalifah, Abu Bakar Mengalami Masalah Yang Santa Mendasar Sebagai Tantangan Yang Harus Di Selesaikan Karena Sangat Menganggu Dan Mngancam Keutuhan Dan Perkembangan Islam Selanjunya, Yaitu Masalah,

- Ke Homs Di Bawah Pimpinan Ubaidah Bin Jarrah
- Ke Palestina Dan Syam Di Pimpin Oleh Amru Bin Ask
- Ke Yordaniah Di Pimpin Oleh Syurahbi Bin Khasanah.

KESIMPULAN

Mengamati Pembahasan Di Atas, Pada Bab Penutup Ini Penulis Mengambil Kesimpulan Sebagai Berikut :
  1. Terjadinya Perselisihan Dalam Kasus Pembentukan Dan Pengangkatan Khalifah Pada Masa Abu Bakar, Karena Nabi Tidak Prnah Meninggalkan Wasiat Tentang Siapa Yang Akan Menggantikannya Hingga Beliau Wafat, Al-Quran Juga Idak Member Petunjuk Yang Jelas Mengenap Pembentukan Khalifah
  2. Proses Terjadinya Pengangkatan Khlifah Di Masa Abu Bakar Berjalan Relative Singkat Tapi Sangat Menegangkan, Bahkan Nyaris Ummat Islam Pada Waktu Itu Berada Dalam Pertumpahan Darah Dan Perpecahan , Karena Masing-Masing Golongan Memprtahankan Calonnya Untuk Menjadi Khalifah, Karena Sikap Demokratis Yang Sunguh-Sungguh Persoalan Tersebut Terselesaikan Dengan Baik Tanpa Terjadi Insiden Yang Merugikan Ummat, Dengan Berbagai Pertimbangan Dan Alas An Abu Bakar Di Tetapkanlah Sebagai Khalifah Pertama Setelah Muhamad Wafat.
  3. Kebijakan Oposisi Politik Muhammad Dalam Mengembagkan Kekhalifaannya Tercermin Dalam Upaya-Upaya Yang D Lakukannya Yaitu Melalui Dengan Musyawarah. Kebrhasilan Beliau Dalam Tugas Di Sebabkan Tekad Dan Niat Suci Serta Ke Arifan Menagani Suatu Persoalan.

PUSTAKA

Muhammad Husain Haikal,( Hayatu Muhammad, Di Terjemahkan Oleh Ali Auda Engan Judul Sejarah Hidup Muhammad, ( Cet. Ix Jakarta Tintamas, 1984.) H. 635

10 Husain Muhammad Amien, 100 Tokoh Dalam Sejarah Islam Cet Ke Iv, Bandung Pt. Remaja Rosda Karya, 1999 H.7-8

6 Syed Mahmudunassir, Islam Dan Konsepsi Sejarahnya, Cet. Iv Bandung: Remaja Rosdakarya,1994.) H. 158

7 K. Ali Op.Cit, H 90

8 Ali Mufrodi, Islam Di Kawasan Kbudayaan Arab. Cet I. Surabaya, Logos Wacana Ilmu, 1997). H. 45-46

3 Ali, K Sejarah Islam ( Tarikh Pramoderen) Cet.3 Jakarta: Pt, Raja Grafindo Persada 2000 ) H. 89 

2 dr. Badri Yatim, Ma. Sejarah Peradaban Islam (Ed.1 . Jakarta: Pt.Raja Grafindo 2007) H.14

1syalabi, Sejarah Dan Kebudayaan Islam,Jilid I (Cet. Ix, Jakarta: Alhusna Zikrz, 1997) H 220 






HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html HTTPS://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html